Yuliot menegaskan, dukungan anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan ketersediaan energi sekaligus memperkuat infrastruktur sistem kelistrikan agar akses listrik dapat semakin merata hingga ke berbagai pelosok Indonesia.
“Terima kasih atas persetujuan anggaran untuk Tahun Anggaran 2027. Kami dari Kementerian ESDM berusaha untuk menjaga indicator yang ditetapkan di dalam APBN,” kata Yuliot.
Dengan anggaran Rp27,37 triliun, Kementerian ESDM dituntut tidak hanya merealisasikan program pembangunan energi, tetapi juga memastikan target produksi migas dan pemerataan akses energi dapat tercapai pada 2027.
