Anggaran ESDM 2027 Tembus Rp27,37 Triliun, Fokus Dorong Lifting Minyak dan Infrastruktur Energi?

Anggaran ESDM 2027 Tembus Rp27,37 Triliun, Fokus Dorong Lifting Minyak dan Infrastruktur Energi?
Ilustrasi DPR setujui anggaran Kementerian ESDM. (Foto: Istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Komisi XII DPR RI menyetujui anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebesar Rp27,37 triliun untuk tahun anggaran 2027. Anggaran tersebut akan diarahkan untuk mendukung sejumlah program prioritas, mulai dari peningkatan produksi minyak hingga pembangunan infrastruktur energi di berbagai wilayah Indonesia.

Persetujuan anggaran senilai Rp27.372.845.631.000 itu disampaikan Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Marcus Mekeng dalam rapat kerja bersama Wakil Menteri ESDM Yuliot di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.

“Kami setujui anggaran ESDM Rp27.372.845.631.000,” ujar Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Marcus Mekeng dikutip dari ANTARA, Selasa (1/9).

Baca Juga:Permintaan Global Menguat, Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 PersenPeringati Hari Anak Nasional, Bupati Tasikmalaya : Anak Harus Dilindungi!

Dari total anggaran tersebut, alokasi terbesar diberikan kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) sebesar Rp11,34 triliun. Selanjutnya, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan memperoleh Rp10,4 triliun, sedangkan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) mendapatkan Rp1,815 triliun.

Adapun alokasi untuk unit lainnya meliputi Sekretariat Jenderal sebesar Rp537,9 miliar, Inspektorat Jenderal Rp122,46 miliar, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Rp702,53 miliar, serta Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional Rp81,47 miliar.

Kemudian, Ditjen Penegakan Hukum ESDM memperoleh Rp89,38 miliar, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM Rp874,90 miliar, Badan Geologi Rp774,8 miliar, BPH Migas Rp474,4 miliar, dan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Rp109,34 miliar.

Besarnya alokasi untuk Ditjen Migas, Ketenagalistrikan, dan EBTKE mencerminkan sejumlah program yang menjadi prioritas pemerintah pada 2027. Di sektor migas, anggaran antara lain akan digunakan untuk pembangunan jaringan gas (jargas) serta penyediaan konverter kit (konkit) bagi petani.

Sementara itu, anggaran Ditjen Ketenagalistrikan diarahkan untuk mendukung program listrik desa (lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Adapun di sektor energi terbarukan, pemerintah menyiapkan program pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH), konversi motor listrik, serta konversi kompor listrik.

Selain memperluas akses energi, pemerintah juga menargetkan peningkatan produksi minyak nasional. Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan pemerintah berkomitmen menjaga berbagai indikator yang telah ditetapkan dalam APBN 2027, termasuk target lifting minyak bumi.

Target lifting minyak bumi pada 2027 ditetapkan sebesar 612.500 barel per hari, meningkat dibandingkan target 610 ribu barel per hari pada 2026.

0 Komentar