Soroti Kompleksitas Tata Kelola Kota Bandung, Pemuda ICMI Bangkitkan Kembali Nalar Kritis Melalui Forum Nalar

Soroti Kompleksitas Tata Kelola Kota Bandung, Pemuda ICMI Bangkitkan Kembali Nalar Kritis Melalui Forum Nalar
Akademisi FISIP-HI Universitas Pasundan Dr. Bedi Budiman bersama Ketua MPD Pemuda ICMI Kota Bandung Nina Fitriana dan Ketua MPW Pemuda ICMI Jawa Barat Jalu Priambodo berfoto bersama peserta Forum Nalar Muda di Kota Bandung. (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di tengah berbagai kompleksitas problem tata kelola yang tengah dihadapi Kota Bandung saat ini, Majelis Pimpinan Daerah (MPD) Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Kota Bandung menggelar “Forum Nalar Muda” di Anatomi Coffe and Space.

Agenda ini menjadi ruang dialektika bagi generasi muda untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan turut mengambil peran aktif dalam mengurai benang kusut kebijakan publik di kota ini.

Menyambut baik antusiasme peserta yang hadir, Ketua MPD Pemuda ICMI Kota Bandung, Nina Fitriana, S.IP., M.IP, menegaskan bahwa agenda ini digagas sebagai wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab moral kaum muda cendekiawan.

Baca Juga:Koperasi Didorong Naik Kelas, Tak Sekadar Salurkan PinjamanIndonesia-Filipina Bidik Pasar Ekonomi Kreatif ASEAN Lewat Kolaborasi Talenta

“Forum Nalar Muda ini bukan sekadar ruang kumpul atau panggung diskusi teoretis semata, melainkan sebuah langkah konkret Pemuda ICMI dalam memberikan sumbangsih pemikiran dan solusi bagi perbaikan Kota Bandung. Kami ingin memastikan bahwa nalar kritis pemuda tetap hidup dan berkontribusi langsung mengawal arah pembangunan kota ke depan,” tegas Nina, Senin (31/8/26).

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua MPW Pemuda ICMI Jawa Barat, Jalu Priambodo, ST., MT., menyoroti posisi strategis pemuda ICMI dalam mengubah gagasan kritis menjadi solusi praktis, terutama saat menghadapi tantangan era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity).

“Pemuda ICMI memiliki peran penting. Terlebih, dengan kepemimpinan Teh Nina Fitriana yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Bandung, kita memiliki modal yang baik untuk mewujudkan kolaborasi lintas sektor. Sinergi ini memungkinkan gagasan dari pemuda tidak hanya berhenti di ruang diskusi, tetapi dapatdikawal menjadi kebijakan yang berdampak nyata,” tutur Jalu seraya menekankan bahwa dinamika tata kelola perkotaan yang cepat berubah dan kompleks menuntut pemuda untuk lebih adaptif dalam menavigasi ketidakpastian melalui rumusan kebijakan yang tangguh serta berbasis keilmuan.

Melengkapi diskursus tata kelola tersebut, Akademisi FISIP-HI Universitas Pasundan, Dr. Bedi Budiman, S.IP., M.Si., mengajak para peserta untuk merefleksikan kembali identitas asli Kota Bandung sebagai pusat peradaban dan pemikiran.

Ia mencontohkan bagaimana kuatnya kultur intelektual kota ini pernah menyelamatkan arah sejarah bangsa melalui rekam jejak historis Soekarno.

0 Komentar