Peserta berasal dari seluruh unit di ITB. Dari daftar pegawai yang akan pensiun, sekitar 30 orang dibor setiap tahun secara bergiliran.
Harapannya, bekal yang diberikan bermanfaat. “Pegawai yang pensiun biasanya masih berusia 50–55 tahun. Mereka bisa mengembangkan usaha sendiri, mengatasi sampah, dan bermanfaat di rumah,” ucap guru besar di Kelompok Keilmuan Bioteknologi Mikroba ini.
Sementara itu, Ketua Panitia Amalia Ghaisani Komarudin, Ph.D., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat untuk membekali pegawai ITB yang memasuki masa pensiun. “Setelah selesai menjalankan baktinya di ITB, mereka mempunyai keterampilan tambahan yang bisa menghasilkan pendapatan tambahan, misalnya membuat makanan fermentasi,” katanya.
Baca Juga:Muktamar NU Bukan Pasar Suara: Jangan Biarkan Risywah Berpindah ke AhwaMenghentikan Aliran Risywah di Muktamar NU: Menjaga Hati Nurani, Marwah Jam’iyah, dan Masa Depan Organisasi
Materi yang diberikan meliputi pembuatan kimchi, honey lemon, kombucha, budidaya jamur tiram, serta pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan metode Takakura. Semua berbasis mikroorganisme. “Judulnya pelatihan terpadu aplikasi bioteknologi mikroba untuk kemandirian pangan dan lingkungan keinginan. Kami ingin menunjukkan bahwa makanan fermentasi tidak hanya terbatas pada makanan tradisional, seperti tempe, tape/peuyeum, oncom saja. Ada yang modern dan kekinian seperti kombucha yang kini banyak dicari di kafe, atau kimchi yang populer berkat budaya Korea. Membuatnya relatif mudah, hanya perlu edukasi,” jelas Amalia.
Meski kuota terbatas dan sementara mengutamakan rekan-rekan pegawai ITB, pelatihan ini terbuka. Tiap tahun kegiatan serupa digelar, baik di kampus Ganesha maupun Jatinangor. “Tujuan utamanya memberikan pengetahuan dan keterampilan yang bisa menghasilkan pendapatan tambahan,” katanya.
Amalia berharap pelatihan ini bermanfaat dan tidak berhenti di ruang kelas. “Mudah-mudahan peserta bisa menanamkan di rumah atau mengajar ke komunitas lain. Kami akan sangat senang jika hal itu terjadi,” tutupnya. (bbs)
