Pemkab Bandung Barat Prioritaskan Rehabilitasi 182 Ruang Kelas SD dan SMP

Ruang kelas bangunan sekolah dasar negeri di Bandung Barat cukup memprihatinkan. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
Ruang kelas bangunan sekolah dasar negeri di Bandung Barat cukup memprihatinkan. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelontorkan anggaran sekitar Rp32 miliar untuk membenahi 182 ruang kelas SD dan SMP yang masuk dalam daftar prioritas rehabilitasi tahun 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan KBB, Edy Syafrudin mengatakan, rehabilitasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana pendidikan, terutama ruang kelas yang membutuhkan penanganan.

“Perbaikan ruang kelas ini kami lakukan berdasarkan skala prioritas. Sebab, kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan masih cukup banyak, sehingga anggarannya harus dibagi sesuai kebutuhan,” kata Edy, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga:Rp86 Miliar Digelontorkan untuk Irigasi Tasikmalaya, Naik 3 Kali Lipat dari Tahun LaluTiga Ruas Jalan Rampung, Bupati Cecep: Mudah-mudahan Tak Ada Lagi Mobil Terperosok

Menurutnya, kondisi ruang kelas yang membutuhkan perbaikan cukup beragam. Karena itu, tidak seluruh ruang kelas yang mengalami kerusakan dapat ditangani dalam satu tahun anggaran.

“Dari total 182 ruang kelas yang masuk program rehabilitasi tahun ini, sebanyak 134 ruang berada pada jenjang SD. Perbaikan itu tersebar di 80 sekolah di Kabupaten Bandung Barat,” katanya.

Sementara itu, pada jenjang SMP terdapat 48 ruang kelas mendapatkan program rehabilitasi. Ruang kelas tersebut tersebar di 18 sekolah.

Dengan demikian, terdapat 98 sekolah yang memperoleh program rehabilitasi ruang kelas pada 2026, terdiri atas 80 SD dan 18 SMP.

Edy menjelaskan, pemerintah daerah menyiapkan anggaran sebesar Rp16 miliar untuk rehabilitasi ruang kelas pada jenjang SD. Jumlah anggaran yang sama juga dialokasikan untuk perbaikan ruang kelas pada jenjang SMP.

“Untuk SD Rp16 miliar dan SMP Rp16 miliar. Total anggaran rehabilitasi ruang kelas tahun ini sekitar Rp32 miliar,” ujarnya.

Edy menambahkan, selain rehabilitasi ruang kelas, anggaran pendidikan juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas lainnya di sekolah. Hal tersebut membuat program perbaikan harus dilaksanakan secara bertahap.

Baca Juga:Kapolres Tasikmalaya Ajak Personel Teladani Akhlak Rasulullah dalam Melayani MasyarakatBupati Tasikmalaya Apresiasi Dua Pelajar Peraih Medali O2SN Nasional 2026, Buah Perjuangan dari Tingkat Daerah

Ia berharap perbaikan yang dilakukan dapat menciptakan ruang belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa maupun guru.

“Masih ada kebutuhan yang belum tertangani. Kami akan terus melakukan pemetaan dan menentukan prioritas agar perbaikan fasilitas pendidikan bisa dilakukan secara bertahap,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar