JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melakukan monitoring Launching Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk Bantuan Pangan Periode Juli-September 2026 di Kecamatan Antapani, Kota Bandung.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan berjalan tepat sasaran sekaligus mendukung penanganan kemiskinan di Kota Bandung.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan pangan disalurkan kepada masyarakat yang masuk dalam kategori Desil 1-4. Di Kecamatan Antapani, terdapat sekitar 200 penerima bantuan, dengan masing-masing penerima memperoleh 30 kilogram bantuan pangan.
Total bantuan yang disalurkan di wilayah tersebut mencapai sekitar 19,95 ton.
Baca Juga:Jaga Iklim Usaha, Kemenperin Pertegas Standarisasi AMDKKonsumsi BBM Subsidi Meningkat, Imbas Kenaikan Harga?
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, penyaluran cadangan pangan pemerintah tersebut akan terus dilakukan hingga 20 September 2026 dan mencakup 30 kecamatan di Kota Bandung.
“Ini sebagai bagian dari upaya kita untuk penanganan masalah kemiskinan warga,” ujar Farhan saat monitoring penyaluran bantuan pangan di Kecamatan Antapani, Kamis (27/8/2026).
Farhan mengatakan, pemerintah tidak hanya memastikan bantuan tersalurkan, tetapi juga melakukan pengawasan terhadap data penerima. Hal ini penting karena terdapat dinamika perubahan status masyarakat dalam data sosial ekonomi.
Menurutnya, kondisi masyarakat di lapangan terkadang tidak sepenuhnya sesuai dengan data administratif yang tercatat dalam sistem.
“Inilah kenapa diperlukan pengetahuan dan informasi lapangan sebagai buffer, untuk menjaga jangan sampai warga yang kita lihat harusnya mendapatkan bantuan tetapi tidak mendapatkan bantuan,” katanya.
Farhan mencontohkan adanya temuan pekerja sosial masyarakat terkait warga yang secara kondisi di lapangan dinilai layak masuk kelompok desil 1-5, tetapi dalam pendataan justru tercatat pada desil yang lebih tinggi.
“Ada kelompok-kelompok masyarakat yang secara kasat mata seharusnya masuk ke desil 1-5, atau bahkan melompat sampai ke desil 9. Nah, inilah kenapa diperlukan pengetahuan dan informasi lapangan,” tuturnya.
Baca Juga:Rekening Koordinator AMPB Diblokir, OJK Buka SuaraStok Beras RI Diklaim Aman di Tengah Ancaman El Nino
Karena itu, Pemkot Bandung menyiapkan langkah antisipasi melalui sejumlah program penanganan kemiskinan yang tersebar di berbagai perangkat daerah.
Farhan menyebut, upaya tersebut tidak hanya dilakukan oleh Dinas Sosial, tetapi juga melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Perdagangan, Dinas Tenaga Kerja serta sejumlah perangkat daerah lainnya.
