RSUD Kota Banjar Latih Seluruh Staf Tangani Kebakaran, Evakuasi Pasien Jadi Prioritas Utama

RSUD Kota Banjar Latih Seluruh Staf Tangani Kebakaran, Evakuasi Pasien Prioritas Utama
Staf di RSUD Kota Banjar saat mengikuti pelatihan penanganan kebakaran, Kamis (27/8/2026). (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bagaimana rasanya harus mengevakuasi puluhan pasien dalam hitungan menit saat api berkobar? Pertanyaan itulah yang coba dijawab oleh RSUD Kota Banjar melalui pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang melibatkan seluruh staf, Kamis (27/8/2026). Bukan sekadar formalitas, pelatihan ini menjadi bukti bahwa keselamatan pasien tidak bisa ditawar dalam kondisi apa pun.

Rumah sakit memang dirancang sebagai tempat penyembuhan. Namun di balik tembok putih dan ruangan steril, potensi bahaya kebakaran tetap mengintai. Korsleting listrik, tabung oksigen, hingga bahan kimia di laboratorium menjadi ancaman yang tidak bisa diabaikan. RSUD Kota Banjar menyadari hal itu. Karena itu, mereka tidak hanya menyiapkan alat pemadam, tetapi juga manusia-manusia yang siap bertindak.

Pelatihan yang digelar di halaman belakang RSUD Kota Banjar itu diikuti oleh ratusan staf dari berbagai unit. Mulai dari dokter spesialis, perawat, apoteker, petugas gizi, tenaga administrasi, hingga satpam dan petugas kebersihan. Semua mendapat porsi pelatihan yang sama. Tidak ada pengecualian.

Baca Juga:Pemkot Banjar Rombak Kepemimpinan di 2026: Ini 5 Wajah Baru Pimpin OPD dan RSUDCT Scan RSUD Banjar Rusak, Pasien Dirujuk ke RSOP Ciamis

Wakil Direktur Pelayanan BLUD RSU Kota Banjar, Dilla Laswantina, yang mewakili Direktur RSUD Kota Banjar Eka Lina, mengungkapkan bahwa pendekatan ini diambil karena pengalaman di berbagai rumah sakit menunjukkan bahwa kebakaran sering kali tidak dimulai di tempat yang diduga. Bisa di ruang panel listrik, di dapur, atau bahkan di ruang tunggu pasien.

“Kami tidak bisa memprediksi di mana api akan muncul. Yang bisa kami lakukan adalah memastikan setiap orang yang bekerja di sini memiliki kemampuan dasar untuk merespons. Kalau hanya mengandalkan satpam atau tim khusus, kami akan kehilangan waktu berharga,” ujar Dilla.

Sesi pelatihan dimulai sejak pagi hari dengan pemaparan teori mengenai klasifikasi kebakaran yang umum terjadi di fasilitas kesehatan. Peserta dikenalkan pada jenis-jenis api berdasarkan sumbernya, mulai dari api akibat listrik, api dari bahan cair mudah terbakar, hingga api dari logam atau bahan kimia. Masing-masing jenis api memerlukan metode pemadaman yang berbeda.

Setelah sesi teori, peserta diajak ke lapangan untuk praktik langsung menggunakan alat pemadam api ringan. Satu per satu staf bergiliran memadamkan api yang sengaja diciptakan dalam wadah besi berisi minyak dan kayu. Instruktur dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banjar mengawasi dengan ketat, memperbaiki teknik setiap peserta agar pemadaman benar-benar efektif.

0 Komentar