Sekolah Rusak Bikin Jeje Murka, Dana BOS SMPN 2 Ngamprah Bakal Dikuliti

Bandung Barat
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail saat mencecar sejumlah pertanyaan kepada Kepsek SMPN 2 Ngamprah, Agus Samsu Permana. Senin (24/8). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail tak bisa menyembunyikan kekesalannya saat melihat langsung kondisi SMPN 2 Ngamprah. Ia mempertanyakan pengelolaan dana BOS di sekolah tersebut.

Jeje mengatakan, sebelumnya dirinya telah meminta Kepala Dinas Pendidikan KBB untuk meninjau langsung kondisi SMPN 2 Ngamprah dan melaporkan hasil pengecekannya.

“Langkah itu dilakukan setelah kondisi sekolah banyak dikeluhkan oleh siswa dalam beberapa hari terakhir,” ujar Jeje usai memantau kondisi SMPN 2 Ngamprah, Senin (24/8/2026).

Baca Juga:Bambu Lab Resmi Hadir di Bandung, Buka Creative Hub Offline Pertama di Jawa BaratSekolah Rakyat Bandung Barat di Ujung Ketidakpastian

Dari hasil laporan tersebut, terdapat tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan, baik kategori rusak sedang maupun rusak berat. Selain itu, kondisi toilet juga dinilai tidak bagus dan tidak layak digunakan.

Tak hanya itu, Jeje juga menemukan sejumlah fasilitas lainnya yang perlu mendapat perhatian, mulai dari papan tulis yang kondisinya kurang baik hingga kebersihan lingkungan sekolah yang dinilai belum maksimal.

Kondisi tersebut membuat Jeje heran. Terlebih, SMPN 2 Ngamprah diketahui pernah meraih juara pertama Adiwiyata tingkat nasional. Menurutnya, kondisi sekolah seharusnya bisa tetap terjaga melalui pemeliharaan rutin.

“Padahal sekolah ini pernah memenangkan juara satu Adiwiyata tingkat nasional. Kenapa bisa sampai seperti ini? Artinya, ke mana dana BOS-nya?” ujar Jeje.

Jeje menegaskan, kerusakan ringan semestinya dapat ditangani menggunakan dana BOS melalui pemeliharaan rutin sehingga tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih parah. Ia pun meminta pengelolaan anggaran sekolah dilakukan secara transparan.

“Kami pastikan persoalan penggunaan dana BOS akan diserahkan kepada Inspektorat untuk diperiksa secara menyeluruh,” pungkasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Inspektorat Bandung Barat, Yadi Azhar, mengatakan SMPN 2 Ngamprah mendapatkan alokasi dana BOS sebesar Rp1,3 miliar pada 2026.

Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Dorong Sinergi Tangani Isu LGBTKebakaran Marak di Musim Kemarau, BPBD Tasikmalaya Ingatkan Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Dari total anggaran tersebut, sekitar 20 persen atau Rp274 juta dialokasikan untuk pengadaan sarana dan prasarana sekolah.

“Untuk semester pertama, mereka sudah mencairkan sekitar Rp64 juta. Untuk semester kedua, kita lihat apakah sudah dicairkan atau belum berkaitan dengan dana BOS,” kata Yadi.

Menurutnya, Inspektorat akan mendalami penggunaan dana tersebut, termasuk memastikan apakah realisasi anggaran telah sesuai dengan peruntukannya.

0 Komentar