“Kritik boleh disampaikan, tetapi persaudaraan jangan sampai hilang. Aspirasi boleh diperjuangkan, tetapi provokasi harus ditolak. Pemerintah harus dikawal dan rakyat harus didengar,” tegasnya.
Pernyataan sikap tersebut juga dilandasi adanya rencana aksi yang akan berlangsung di Jakarta pada 27 Agustus 2026. Aliansi Anak Bangsa Kabupaten Tasikmalaya mengingatkan seluruh pihak agar penyampaian aspirasi dilakukan secara damai, tertib dan konstitusional.
Jakarta dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat kehidupan nasional. Karena itu, menjaga Jakarta tetap aman, tertib dan kondusif dipandang sebagai bagian dari menjaga stabilitas Indonesia secara keseluruhan.
Baca Juga:inDrive Luncurkan SIAGA di Bandung, Perkuat Respons Keselamatan Pengemudi dan PenumpangSemarak Kemerdekaan 2026, Pangdam III/Siliwangi Dorong Penguatan Kemanunggalan TNI dan Rakyat
“Indonesia terlalu besar untuk dipertaruhkan oleh kepentingan kelompok maupun kepentingan sesaat,” kata Farhan.
Selain menyerukan persatuan, Aliansi Anak Bangsa Kabupaten Tasikmalaya juga menyatakan dukungan terhadap program-program strategis pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Farhan menegaskan, dukungan tersebut bukan berarti menutup ruang evaluasi. Masyarakat justru perlu ikut mengawal pelaksanaan MBG agar berjalan transparan, tepat sasaran, berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
“Dukungan terhadap program pemerintah tidak berarti menutup mata terhadap kekurangan. Kalau ada kekurangan, sampaikan kritik secara konstruktif dan berikan solusi,” ujarnya.
Aliansi juga mendorong penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Menurut Farhan, KDMP harus dikelola secara profesional, transparan, akuntabel dan tepat sasaran sehingga mampu membuka peluang usaha, memperkuat potensi ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita ingin pembangunan ekonomi tidak hanya berbicara tentang angka, tetapi manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, termasuk pedagang pasar, pelaku UMKM, petani, pesantren dan masyarakat desa,” katanya.
Baca Juga:Bongkar Kasus Penipuan Online, 12 Orang Tersangka Berhasil Diciduk Polda JabarHadirkan Rasa Tenang, Sumarjo Fokus Jalani Pengobatan Stroke Berkat JKN
Hadis Munawir menambahkan, ulama, tokoh masyarakat dan generasi muda memiliki peran penting untuk menjadi penyejuk sekaligus pemersatu di tengah dinamika kebangsaan.
Ia mengajak generasi muda tidak mudah terseret provokasi, melainkan menjadi bagian dari solusi bagi bangsa.
“Generasi muda harus menjadi pelopor persatuan, penjaga demokrasi dan pemberi solusi bagi bangsa,” ujarnya.
Aliansi Anak Bangsa Kabupaten Tasikmalaya menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga daerah masing-masing, menjaga Jakarta, serta merawat keutuhan Indonesia.
