“Sehingga itu mungkin strategi awal untuk strategi yang akan datang, kita sambil berjalan seiring dengan jalannya waktu,” bebernya.
Target tersebut, lanjut Fitriyani, sejalan dengan tema Musancab PAC Cimahi Tengah, yakni “Perkuat Kaderisasi, Tingkatkan Solidaritas, PPP Naik Kelas, 2029 Back to Senayan”.
“Harapannya adalah PPP naik kelas, 2029 back to Senayan dan kursi di DPRD Kota Cimahi melahirkan kursi-kursi baru yang mana akan menduduki jabatan pimpinan yang akan datang itu mungkin harapan yang setiap partai,” tukasnya.
Baca Juga:PPP Jabar Panaskan Mesin Politik, Bidik Kursi DPR RI dari Kader Jawa BaratMusancab PAC PPP Cimahi, Uu Ruhzanul Ulum Tekankan Kader Harus Punya Ideologi Kuat
Senada dengan Fitriyani, Ketua DPW PPP Jawa Barat, KH Uu Ruhzanul Ulum, ia meminta seluruh kader PPP untuk terus bergerak, bekerja, dan memperkenalkan kembali partai kepada masyarakat.
Uu menilai masih banyak anggota generasi Z dan milenial yang belum memahami PPP. Karena itu, pengenalan partai tidak cukup hanya melalui aktivitas politik konvensional, tetapi juga perlu dilakukan melalui pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda.
“Dan juga bagaimana cara merekrut masyarakat hari ini yang cenderung kebanyakan Gen Z mayoritasnya, terutama di Jawa Barat,” ungkapnya.
Uu mengatakan, proses perekrutan tidak bisa dilakukan tanpa bekal pengetahuan. Menurut dia, kader perlu memiliki ilmu dan strategi agar mampu membangun komunikasi serta mengajak masyarakat bergabung dengan PPP.
Untuk itu, PPP Jawa Barat menyiapkan sejumlah pendekatan, termasuk pelatihan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Misalnya, pendekatan dengan adanya pelatihan kepada Gen Z. Misalnya mohon maaf, pelatihan tentang tata boga bagi ibu-ibu, pelatihan tentang hal-hal yang lain tentang UMKM ataupun yang lainnyaz” tuturnya.
Untuk generasi Z, lanjut Uu, pelatihan juga akan diarahkan pada bidang digitalisasi dan berbagai keterampilan lain yang dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Baca Juga:Pengalihan Status Guru PPPK Diklaim Tak Ganggu FiskalInsentif Motor Listrik Berlaku September 2026, Benarkah?
“Maka kami sedang memantau, memotret anak-anak di Jawa Barat untuk mendapatkan lapangan kerja, peluang apa yang harus kami lakukan. Karena jelas kami punya DPP, nanti akan kami sampaikan ke DPP, dengan kebijakan-kebijakan DPP kami akan laksanakan apa yang diharapkan oleh masyarakat itu,” papar Uu.
Uu juga menyinggung rendahnya minat sebagian masyarakat untuk menggunakan hak pilih pada Pemilu 2024. Kondisi tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu direspons melalui penguatan jaringan dan kaderisasi di tingkat akar rumput.
