KPID Gandeng Pelajar Jadi Garda Depan Awasi Konten Medsos

Ketua KPID Jabar Adiyana Slamet (berdiri
Ketua KPID Jabar Adiyana Slamet (berdiri
0 Komentar

JABAR EKSPERES – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat mengajak pelajar untuk aktif mengawasi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap konten digital. Hal itu mengingat Generasi Z, termasuk kalangan pelajar, memiliki populasi yang cukup besar di Jawa Barat.

Selain itu, Generasi Z merupakan kelompok masyarakat yang sangat aktif menggunakan media sosial. Keseharian mereka pun tidak lepas dari penggunaan gawai.

Karena itu, sejak masa pendidikan, pelajar perlu dibekali kemampuan untuk peka dan waspada terhadap paparan negatif konten digital.

Baca Juga:Polres Tasikmalaya dan Pokja Jurnalis Perkuat Kemitraan, Bersama Jaga KamtibmasPoliteknik Al Islam Bandung Gelar Webinar Nasional: Solusi Atasi 'Brainrot' Siswa dan 'Burnout' Guru BK

Apalagi, saat ini penyebaran hoaks begitu deras di media sosial. Belum lagi kehadiran teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin canggih dan berpotensi disalahgunakan untuk mengaburkan fakta serta realitas yang sebenarnya.

Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet, menuturkan bahwa pengawasan terhadap lembaga penyiaran maupun media sosial tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Menurutnya, diperlukan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat.

Bahkan, sampai saat ini kewenangan KPID juga masih terbatas, termasuk untuk menyentuh media sosial. Karena itu, langkah edukasi dan pengawasan partisipatif penting dilakukan.

Hal tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan edukasi yang digelar di SMA Negeri 6 Tambun, Kabupaten Bekasi, Kamis (20/8) lalu.

KPID Jawa Barat sengaja menggandeng para pelajar agar mereka semakin peka dan mampu memilah konten-konten di media sosial yang dikonsumsi setiap hari.

“Tentu kami tak bisa sendiri. Perlu kolaborasi untuk menyelamatkan Gen Z ini,” jelasnya, Jumat (21/8).

Adiyana melanjutkan, jumlah Generasi Z, khususnya pelajar, tidak sedikit. Di Jawa Barat, jumlahnya mencapai hampir 23 persen dari total 51,1 juta jiwa penduduk.

Baca Juga:Dosen POLSUB Bawa PROTEKSI ke Pesantren, Deteksi Dini Kesehatan Jiwa Santri Berbasis WebsiteKemarau Belum Usai, Tagana Terus Pasok Air Bersih untuk Warga Tasikmalaya

Ia menuturkan, keresahan masyarakat terkait konten di media sosial juga tercermin dari banyaknya aduan yang masuk. Hingga Agustus 2026, KPID Jawa Barat telah menerima 263 aduan masyarakat terkait tayangan dan konten media. Aduan tersebut disampaikan melalui aplikasi Sapa Warga, saluran telepon hotline, maupun media sosial.

Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Syahrir, menambahkan bahwa para siswa perlu selalu menyaring setiap informasi sebelum membagikannya. Mengingat pesatnya arus informasi yang berada dalam genggaman, anak-anak sangat rentan terpapar konten kekerasan, perundungan (bullying), hingga narasi provokatif.

0 Komentar