Karena itu, dalam kegiatan yang sama diperkenalkan program pemberdayaan ekonomi dan kemandirian keluarga melalui kolaborasi dengan perbankan.
Ngatiyana menekankan, program pemberdayaan harus diarahkan untuk menciptakan peluang baru bagi masyarakat sehingga manfaat yang diterima tidak berhenti sebagai bantuan sesaat.
“Pemberdayaan ekonomi ini penting agar masyarakat memiliki masa depan yang lebih baik. Termasuk berbagai program ekonomi kerakyatan dan perumahan yang nantinya dapat membantu meringankan beban masyarakat,” katanya.
Baca Juga:Dan Bandung Guncang Kota Kembang Selama Dua Hari, Bawa Kisah Cinta Pidi Baiq Pulang ke RumahBudayawan dan Para Raja Sunda Gelar Upacara HUT ke-81 RI di Kaki Gunung Galunggung
Ia menilai, pendampingan menjadi faktor penting dalam memastikan program pemberdayaan benar-benar memberikan dampak.
Bantuan, kata dia, perlu dibarengi pembinaan agar masyarakat mampu mengembangkan potensi serta menjaga keberlanjutan usaha dan pengelolaan ekonomi keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, turut dibahas program bagi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Persoalan PHK menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan perhatian lintas sektor karena dampaknya tidak hanya dirasakan pekerja, tetapi juga langsung mempengaruhi ketahanan ekonomi keluarga.
Pemkot Cimahi berharap kolaborasi pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan dan sektor perbankan dapat menjadi jembatan bagi masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi agar memiliki kembali peluang untuk bangkit.
“Semoga apa yang dipaparkan dan diberikan hari ini, termasuk bantuan tabungan dan program pemberdayaan ekonomi, dapat memberikan semangat serta membuka masa depan yang baru bagi masyarakat Kota Cimahi,” tutur Ngatiyana.
Pemkot Cimahi pun menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BSI atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat. (Mong)
