Ia menambahkan, persoalan air bersih juga tidak bisa hanya ditangani ketika terjadi krisis. Pemerintah kota perlu menjadikan ketersediaan air sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang, terutama seiring pertumbuhan penduduk dan perubahan kawasan permukiman.
“Ini menjadi pekerjaan rumah tata kota. Jangan sampai sebuah kota berkembang menjadi kota metropolitan secara fisik, tetapi masih ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari,” tutur Yudi.
Menurutnya, pemerintah juga perlu memperkuat perlindungan terhadap kawasan resapan air, mengendalikan pembangunan di wilayah yang memiliki fungsi ekologis, serta memastikan keberlanjutan sumber air.
Baca Juga:Kemarau Mulai Berdampak, BPBD Kabupaten Bandung dan PMI Distribusikan 15 Ribu Liter Air Bersih di ArjasariBandung Belum Tetapkan Status Darurat Kekeringan, Farhan Pastikan Distribusi Air Bersih Terus Berjalan
Dengan demikian, wajah Bandung sebagai kota besar tidak hanya terlihat dari kemajuan pembangunan, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memastikan kebutuhan paling dasar warganya terpenuhi.
Sebab, ukuran keberhasilan sebuah kota pada akhirnya bukan hanya seberapa cepat kota tersebut tumbuh, tetapi seberapa jauh pertumbuhan itu mampu menghadirkan kehidupan yang layak bagi seluruh masyarakat. (Dam)
