Kemarau Panjang Mengancam Pasokan Air, DPKP Cimahi Siapkan Langkah Antisipasi

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, Amy Pringgo saat Diwawancarai Jabar Ekspres
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, Amy Pringgo saat Diwawancarai Jabar Ekspres di Ruang Kerjanya (mong)
0 Komentar

DPKP kemudian mengembangkan sistem pipanisasi dengan memanfaatkan air permukaan, baik yang melintasi wilayah Kota Cimahi maupun sumber air dari kawasan di sekitar kota.

Namun, pembangunan jaringan perpipaan membutuhkan waktu. Karena itu, untuk wilayah yang belum terjangkau dalam waktu dekat, pemerintah menyiapkan langkah lain berupa pengeboran sumur.

Amy mengatakan pengeboran akan diprioritaskan bagi wilayah yang dalam satu hingga dua tahun ke depan belum terindikasi dapat terlayani jaringan pipanisasi.

Baca Juga:Rachmat Irianto, Wajah Manusiawi Persebaya JuaraPemkab Tasikmalaya Kebut Perbaikan Jalan, Warga Diminta Ikut Menjaga agar Tak Cepat Rusak

“Dan pengeboran ini kita kerja sama dengan TNI atau pihak lain dalam hal ini. Nah, ini dengan program TNI Manunggal Air, kita coba suplai di sekitaran Kelurahan Cipageran dan Citereup,” terangnya.

Menurut Amy, program pengeboran tersebut sudah berjalan. Hingga kini, pengeboran telah dilakukan di delapan titik, di antaranya berada di Kelurahan Cipageran dan Kelurahan Citeureup melalui program TNI Manunggal Air.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Cimahi menjaga ketersediaan air bersih masyarakat di tengah musim kemarau.

Selain pembangunan sumber air dan jaringan perpipaan, distribusi air menggunakan tangki dan penyediaan tandon komunal juga disiapkan untuk menangani kebutuhan warga di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan. (Mong)

0 Komentar