Dugaan pencemaran tersebut dikhawatirkan mengganggu ekosistem Sungai Cihaur dan aktivitas warga. Masyarakat menyebut jumlah ikan di sungai semakin berkurang, sementara petani mulai khawatir menggunakan air sungai untuk mengairi lahan pertanian.
“Yang pasti kami akan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kondisi pencemaran dan menentukan langkah selanjutnya. Kalau memang terbukti ada pelanggaran, tentu akan ada tindak lanjut sesuai ketentuan,” kata Galih. (Wit)
