Konsumsi Kental Manis Sejak Balita Jadi Bom Waktu Lonjakan Penyakit pada Anak

Konsumsi Kental Manis Sejak Balita Jadi Bom Waktu Lonjakan Penyakit pada Anak
Konsumsi Kental Manis Sejak Balita Jadi Bom Waktu Lonjakan Penyakit pada Anak
0 Komentar

Keterkaitan antara riset Unisba dan peringatan Kemenkes memperlihatkan garis sebab-akibat yang nyata. Ketika 67,6% orang tua memberikan kental manis sebagai pengganti susu pada anak, bahwa, anak tidak hanya kehilangan nutrisi esensial untuk tinggi badan dan perkembangan otak, tetapi juga terus terpapar gula berlebih sejak dini.

Kondisi ini menjadi alarm keras bagi seluruh pihak. Kebijakan pembatasan GGL dari pemerintah tidak akan berjalan efektif tanpa adanya pergeseran persepsi di tingkat rumah tangga.

Edukasi secara terus menerus mengenai literasi gizi harus terus digalakkan agar orang tua tidak lagi menganggap kental manis sebagai asupan nutrisi utama anak. Jika pola konsumsi ini tidak segera diubah, Indonesia berisiko menghadapi krisis kesehatan masyarakat di masa depan akibat lonjakan penyakit tidak menular pada usia produktif.

0 Komentar