● Laba bersih Rp252 miliar pada kuartal kedua. Ini adalah dua kuartal berturut-turut GoTo mencatat laba, didorong pertumbuhan pendapatan dan upaya untuk tetap disiplin dalam menjaga beban.
● Pendapatan bersih naik 31% YoY menjadi Rp5,7 triliun.
● EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat 137% YoY, melampaui Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya.
● Pengguna bertransaksi tahunan (ATUs)9 tumbuh 19% YoY menjadi 71 juta.
● GTV inti tumbuh 83% YoY menjadi Rp164 triliun.
● Pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh tetap Rp3,2-3,4 triliun
Baca Juga:Puluhan Tim Terbaik Siap Bertarung di Salman Al Farisi Baseball Softball National Championship V 2026BAIC T1 Resmi Meluncur di GIIAS 2026, Dibanderol Mulai Rp373 Juta untuk 1.000 Konsumen Pertama
- Pedoman kinerja Fintech ditingkatkan menjadi Rp1,7-1,8 triliun, dari sebelumnya Rp1,4-1,5 triliun.
- Pedoman kinerja ODS diturunkan menjadi Rp1,4-1,5 triliun, dari sebelumnya Rp1,7-1,8 triliun, menyusul batasan komisi GoRide 8%10.
- Hal ini mencerminkan kekuatan ekosistem yang saling menopang
● Perseroan juga mengumumkan rencana untuk membatalkan lebih dari 32 miliar saham tresuri atau setara dengan kurang lebih 2,7% dari total saham beredar. Dalam melakukan pembatalan saham tresuri, Perseroan akan mematuhi ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dan meminta persetujuan dari para pemegang saham. Perseroan akan menyampaikan informasi lebih lanjut, termasuk pengumuman dan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), setelah seluruh persiapan selesai dilakukan.
Kinerja On-demand Services (Gojek)
● EBITDA yang disesuaikan4 sebesar Rp464 miliar, meningkat 41% YoY didorong oleh pendapatan bersih sebesar Rp3,6 triliun.
● Jumlah pesanan yang sudah selesai11 tumbuh sebesar 3% YoY dan 8% QoQ, sementara GTV2,7 naik lebih lambat sebesar 2% YoY menjadi Rp16,7 triliun. Perseroan lebih memprioritaskan peningkatan margin, menjelang berlakunya aturan komisi 8% yang baru.
● Kinerja di segmen Delivery tetap kuat dengan peningkatan margin menjadi 2,1% dari 1,8% di tahun sebelumnya. Sementara itu di segmen Mobility, margin meningkat menjadi 5,0% dari 3,0% di tahun sebelumnya.
● Pelanggan affluent menjadi pendorong utama kinerja, didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dengan tingkat pengeluaran sangat tinggi sebesar 21% dibanding tahun lalu.
● Investasi pada mass market mulai menunjukkan hasil dan dengan adanya penerapan komisi 8%, kami akan mengalihkan fokus ke produk yang terjangkau dan sering digunakan.
Kinerja Fintech (GoPay)
● EBITDA yang disesuaikan naik 447% YoY, mencapai Rp481 miliar. Sementara itu, pendapatan bersih naik 53% YoY menjadi lebih dari Rp2,0 triliun.
