JABAR EKSPRES – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat terus berupaya memacu Desa Wisata di Jawa Barat, salah satunya dengan kompetisi sehat guna mendorong tata kelola desa wisata yang baik.
Kompetisi itu misalnya Smiling West Java Integrated Tourism Destination Management Award (SWJ ITDMA), kompetisi yang juga baru tuntas dilaksanakan.
Selain untuk memacu pengelola, ajang itu sekaligus penjaringan guna diadu dalam kompetisi tingkat nasional bergengsi yaitu Wonderful Indonesia Tourism Award 2026.
Baca Juga:Badai Lumpuhkan Listrik Chicago, Micah Puji Semangat Anak-Anak DBL All-Star Tiga Jam Berlatih Dalam GelapBI Perkuat Strategi Stabilitas Rupiah, Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi
Kepala Disparbud Jawa Barat Iendra Sofyan menuturkan, dari sesi SWJ ITDMA setidaknya telah menjaring 15 desa wisata terbaik di Jawa Barat. Di antaranya, Desa Wisata Lebakmuncang – Kabupaten Bandung, Desa Wisata Sukamurni – Kabupaten Bekasi, Desa Wisata Gunung Malang – Kabupaten Bogor.
Lalu Desa Wisata Tugu Utara – Kabupaten Bogor, Desa Wisata Jalatrang – Kabupaten Ciamis, termasuk Kampung Naga Odeon – Kota Sukabumi.
“Ini yang terbaik dari hasil penilaian kami, ” katanya, Kamis (30/7).
Lendra melanjutkan, awalnya terdaftar 44 peserta dari berbagai wilayah kabupaten/kota di Jawa Barat. Setelah melalui tahap verifikasi administrasi dan penilaian dokumentasi, terpilih 15 pengelola desa/kampung wisata terbaik.
“Nah selanjutnya mereka itu akan memperoleh pendampingan serta pembinaan dari kami. Mereka akan mewakili Jawa Barat di ajang nasional,” tuturnya.
Selain untuk kompetisi, momen itu sebenarnya juga jadi kesempatan emas. Event nasional tentu akan dihadiri delegasi dari berbagai daerah. Bahkan tak menutup kemungkinan dari asing sehingga jadi momen untuk mengenalkan desa ke masyarakat luas.
“Itu bisa untuk mempromosikan potensi desa/kampung wisata secara lebih luas,” cetusnya.
Oleh karena itu, seluruh peserta didorong agar terus meningkatkan kualitas pengelolaan desa wisata.
Baca Juga:Tarif Nol Persen Buka Peluang Baru, Ekspor Tuna Olahan Indonesia ke Jepang Berpotensi MelonjakPemkab Tasikmalaya Siap Bawa Batik Sukpura Go Internasional
Setidaknya ada indikator yang diperhatikan. Yaitu penerapan prinsip 5A mulai dari administrasi, atraksi, amenitas, aksesibilitas, hingga advertisin serta 5K yaitu kadeuleu, kaambeu, kadangu, karaba, karasa.
“Kami harap peningkatan tata kelola itu juga bisa memberikan dampak positif kepada kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.(son)
