Kondisi inilah yang menginspirasi penulis untuk melakukan inovasi pembelajaran yang memadukan antara pedagogik dan teknologi dengan mendekatkan murid pada kearifan sejarah lokal melalui memproduksi film dokumenter peristiwa/ tempat bersejarah. Generasi muda tidak boleh terputus dari sejarah karena dalam sejarah itulah termuat nilai-nilai adiluhung yang dapat dijadikan pijakan untuk menentukan masa depan. Peristiwa dan tempat sejarah lokal pun dapat menjadi sumber belajar yang sangat penting sehingga murid dapat memetik nilai-nilai adiluhung.
Proyek Memproduksi Film Dokumenter
Model Project Based Learning dalam pembelajaran teks eksplanasi atau teks prosedur di kelas XII, dapat diimplementasikan dengan menyusun proyek memproduksi film dokumenter yang berkaitan dengan peristiwa, tokoh, atau tempat bersejarah lokal. Implementasi tersebut dilakukan dengan menerapkan sintak atau langkah-langkah model Project Based Learning yang meliputi 1) penentuan pertanyaan mendasar; 2) menyusun rencana proyek; 3) menyusun jadwal; 4) memonitor murid dan kemajuan proyek; 5) menguji hasil; dan 6) mengevaluasi pengalaman.
Tahapan impelementasi model Project Based Learning untuk memproduksi film dokumenter tersebut dapat diuraikan sebagai berikut.
Baca Juga:Lewat Berbagai Program Unggulan, KDS Buka Jalan bagi UMKM Kabupaten Bandung BerkembangSedimentasi Capai Jutaan Meter Kubik, KDS Dorong Revitalisasi Sungai Citarum
1. Tahap Pertama, Penentuan Pertanyaan Mendasar
Murid mengidentifikasi masalah nyata melalui berbagai sumber informasi, misalnya, wawancara, situs web, artikel majalah, dan sumber utama. Dari beberapa masalah atau tantangan yang muncul pada masalah yang telah diidentifikasi, guru dan murid memilih dan menentukan apa masalah dunia nyata yang akan diangkat sebagai tema tugas proyek.
Pada awal pertemuan, murid mendapatkan stimulus terlebih dahulu dengan menyaksikan tayangan video peristiwa sejarah dan materi mengenai teks cerita sejarah. Guru dan murid bertanya jawab mengenai berbagai peristiwa, tempat, atau tokoh bersejarah. Kemudian, murid dibagi menjadi enam kelompok, setiap kelompok enam orang.
Penentuan pertanyaan mendasar meliputi menentukan topik, merumuskan judul, dan merumuskan isi. Setiap kelompok diminta untuk mendiskusikan topik teks cerita sejarah yang akan dikonstruksi menjadi film dokumenter. Topik ini berkaitan dengan penentuan tempat, peristiwa, atau tokoh bersejarah yang ada di wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya. Pertanyaan mendasar untuk menstimulus penentuan topik dapat diawali dengan kata tanya apa (what), siapa (who), di mana (where).
