Marak Begal di Bandung, Wali Kota: Patroli Gabungan Digelar Setiap Malam

Pengendara sepeda motor melintas di samping spanduk peringatan aksi kriminalitas terpasang di Jalan Pasirluyu
Pengendara sepeda motor melintas di samping spanduk peringatan aksi kriminalitas terpasang di Jalan Pasirluyu Selatan, Kota Bandung, Kamis (23/7/2026). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wali Kota Bandung, Farhan, menyatakan aksi kriminal, termasuk pencurian dengan kekerasan atau begal, masih menjadi perhatian serius di wilayah Bandung Raya.

Berdasarkan data yang diterima Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, kasus kejahatan tersebut tersebar merata di empat wilayah Bandung Raya, terutama di kawasan perbatasan.

“Pada intinya berdasarkan data, ternyata jumlah kejadian pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan atau begal, kemudian tindakan kriminal lainnya di empat wilayah Bandung Raya ini merata di mana-mana. Banyak terjadi di daerah perbatasan,” kata Farhan kepada awak media, Jumat (24/7).

Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Ajak Semua Elemen Wujudkan Zero Stunting, Tekankan Pencegahan Agar Tak Ada Kasus BaruSPP Sekolah Negeri Hanya Fatamorgana, Jabar Mampu Gratiskan Hingga Swasta!

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Bandung bersama Polda Jawa Barat dan pemerintah daerah di Bandung Raya akan menggelar patroli gabungan setiap malam. Kegiatan diawali dengan apel pada pukul 23.00 WIB sebelum personel disebar ke sejumlah titik rawan hingga pukul 04.00 WIB.

Farhan menjelaskan, kawasan perbatasan menjadi fokus utama pengamanan, di antaranya Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan AH Nasution yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung maupun Kota Cimahi. Wilayah tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan yang lebih tinggi terhadap tindak kriminal, termasuk aksi begal.

Selain patroli gabungan, Polda Jawa Barat telah membentuk Satuan Tugas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Satgas Kamtibmas) di seluruh Polres di wilayah Bandung Raya.

Upaya tersebut juga diperkuat dengan pengaktifan kembali konsep community policing (Polmas) melalui gerakan “Warga Jaga Warga” yang melibatkan masyarakat dalam kegiatan siskamling.

“Pihak kepolisian sudah membentuk Satgas dan dibantu dengan gerakan ‘Warga Jaga Warga’,” ujar Farhan.

Pemerintah berharap sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dapat menekan angka kejahatan jalanan serta menciptakan rasa aman bagi warga yang beraktivitas pada malam hingga dini hari. (Dam)

0 Komentar