JABAR EKSPRES – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bandung mendorong pemanfaatan data geospasial sebagai dasar penyusunan kebijakan publik yang lebih akurat, presisi, dan berbasis bukti.
Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung Teguh Purwayadi menegaskan bahwa di tengah transformasi digital, setiap kebijakan pemerintah harus didukung data yang valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, data geospasial memiliki peran strategis karena mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi wilayah dari berbagai aspek.
Baca Juga:Sambut Milangkala ke-394, Lorong Merah Putih Cibahong Kembali Eksis Jadi Magnet Wisata dan UMKMPerpres Ojol Masuk Tahap Final, Pengemudi Bakal Diakui sebagai Pelaku UMKM
“Di era transformasi digital saat ini, tata kelola pemerintahan dituntut selalu berbasis data. Setiap kebijakan yang diambil hendaknya didukung oleh informasi yang valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Ia menjelaskan, analisis geospasial kini tidak lagi hanya menjadi pelengkap dalam proses perencanaan pembangunan, melainkan telah menjadi kebutuhan untuk menghasilkan kebijakan publik yang lebih tepat sasaran.
Dengan analisis berbasis lokasi, pemerintah dapat mengidentifikasi persoalan secara lebih akurat, menentukan prioritas pembangunan, mengalokasikan sumber daya secara efektif, hingga melakukan monitoring dan evaluasi program.
Selain itu, Teguh mengajak seluruh perangkat daerah memperkuat sinergi dalam pengelolaan data spasial maupun nonspasial. Ia menilai kualitas analisis geospasial sangat ditentukan oleh kualitas data yang dimiliki setiap perangkat daerah.
“Kualitas analisis geospasial sangat bergantung pada kualitas data yang dimiliki. Oleh karena itu, pembaruan data secara berkala, standardisasi data, interoperabilitas antarsistem, serta kolaborasi lintas sektor menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan implementasi kebijakan berbasis data,” katanya.
Ia berharap kegiatan pembinaan tersebut tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan di Kabupaten Bandung.
Menurutnya, budaya kerja yang mengedepankan pemanfaatan data perlu terus diperkuat agar penyusunan program, pengambilan keputusan, hingga evaluasi pembangunan benar-benar didasarkan pada informasi yang akurat.
Baca Juga:Dorong Ekonomi Kreatif Daerah, Tenun Siap Tembus Pasar Global Lanjutkan Konsistensi 22 Tahun, DBL Hadirkan Musim Baru Bertema Home of The Dreamers
“Saya percaya bahwa dengan peningkatan kompetensi aparatur di bidang geospasial, Pemerintah Kabupaten Bandung akan semakin mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, adaptif, dan responsif terhadap berbagai dinamika pembangunan daerah,” ucapnya.
