Dari sisi investasi, kepastian bisnis menjadi faktor yang tidak kalah penting. Pemerintah perlu mengantisipasi fluktuasi harga bioetanol serta menyiapkan skema pembiayaan apabila biaya produksi bahan bakar tersebut masih lebih tinggi dibandingkan bensin konvensional.
“Transparansi dalam proses pengambilan keputusan harus menjadi prioritas. Selain itu, masyarakat perlu mendapatkan edukasi bahwa bensin campuran bioethanol memiliki kandungan energi yang lebih rendah sehingga konsumsi bahan bakarnya dapat sedikit lebih boros,” katanya.
Menurutnya, edukasi yang dilakukan pemerintah bersama Pertamina, disertai penetapan harga yang kompetitif, akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap implementasi program E10.
