Meski demikian, Chanifah menegaskan perubahan perilaku masyarakat tidak dapat dicapai dalam waktu singkat.
“Dan memang kegiatan ini tidak bisa sesaat, karena ini harus terus-menerus kita lakukan,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan pendidikan karakter sejak usia sekolah menjadi kunci untuk mencegah persoalan darurat sampah kembali terjadi di masa mendatang.
Baca Juga:Wabup Tasikmalaya Tagih Janji Gubernur, Minta Perbaikan Jalan Taraju Segera DirealisasikanJNE Gelar JLC Member Gathering Perdana di Bandung, Bekali Pelaku Usaha Strategi Bisnis dan Perluas Jejaring
“Kalau anak-anak selama diikuti terus perilakunya dan juga pendidikan karakternya, insyaallah kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi tentang darurat sampah,” ujarnya.
DLH, lanjut Chanifah terus mendorong pembiasaan perilaku peduli lingkungan sejak usia dini melalui edukasi pengelolaan sampah yang dilakukan secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu membentuk kesadaran masyarakat agar lebih bertanggung jawab dalam mengelola sampah, dimulai dari lingkungan sekolah.
“Tentunya tujuan kita adalah melakukan fondasi yang kuat untuk melakukan pendidikan karakter. Karena, khususnya di lingkungan ini (sekolah) dan khusus wabilkhusus tentang sampah,” ujarnya.
Menurut Chanifah, tantangan terbesar saat ini bukan hanya persoalan teknis pengelolaan sampah, melainkan bagaimana menanamkan karakter kepada generasi penerus agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Ini adalah kita yang mungkin kurang di kita semua adalah bagaimana menanamkan karakter anak-anak nanti sebagai pengganti generasi kita semuanya untuk mau peduli tentang sampah,” ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, para siswa juga diperkenalkan dengan berbagai jenis sampah, dampak buruk sampah yang tidak dikelola dengan baik terhadap kesehatan dan lingkungan, hingga langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Di antaranya ialah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa wadah makan dan minum sendiri, serta membiasakan membuang sampah sesuai dengan kategorinya.
Baca Juga:Dukung Transisi Energi Nasional, Bio Farma Gandeng PGN Group Manfaatkan CNG di Fasilitas ProduksiKapolres Tasikmalaya Pererat Soliditas dengan Kodim 0612, Komitmen Jaga Keamanan Wilayah Bersama
“Minimal mereka melakukan pengurangan sampah. Tadi sudah saya utarakan, sekolah harus membawa tumbler dan misting, jadi tidak semuanya pakai plastik yang sekali pakai. Kemudian yang kedua juga harus melakukan pemilahan sampah,” bebernya.
Chanifah menegaskan, Pemerintah akan terus memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah melalui berbagai program edukasi dan kolaborasi lintas sektor.
Dunia pendidikan diposisikan sebagai salah satu sasaran utama karena sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus membangun budaya hidup bersih dan ramah lingkungan.
