Pemkab Perkuat Mitigasi, Bandung Barat Rawan Kekeringan

Pemkab Perkuat Mitigasi, Bandung Barat Rawan Kekeringan
Ilustrasi: Keterbatasan pasokan air mulai dirasakan petani di Kabupaten Bandung Barat seiring meningkatnya potensi kekeringan pada musim kemarau. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

Di sisi lain, BPBD Bandung Barat telah membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di seluruh desa. Keberadaan Destana diharapkan mempercepat penyampaian informasi maupun laporan terkait bencana, termasuk kekurangan air bersih dan kebakaran hutan serta lahan, melalui koordinasi bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan kebencanaan, hingga Perhutani.

“Melalui Destana, informasi maupun aduan terkait kebencanaan akan lebih cepat diterima sehingga penanganan dapat segera dilakukan melalui koordinasi bersama seluruh unsur kewilayahan,” ucap Jeje.

Untuk mendukung penanganan bencana selama masa siaga, Pemkab Bandung Barat juga menyiapkan anggaran melalui pos Belanja Tidak Terduga (BTT).

Baca Juga:Tagana di Tasikmalaya Masuk Sekolah, Tanamkan Budaya Siaga Bencana Sejak DiniEkspor Satu Pintu Diklaim Mampu Dongkrak Harga Komoditas dan Pendapatan Petani?

“Alokasi anggaran untuk penanganan bencana kekeringan disiapkan melalui Belanja Tidak Terduga. Besarannya akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Barat, Duddy Prabowo, mengatakan hingga saat ini permintaan distribusi air bersih baru diterima dari Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, dan langsung ditindaklanjuti.

“Kami akan mengutamakan pengambilan air dari sumber terdekat agar distribusi lebih efektif. Namun apabila tidak tersedia sumber air di sekitar lokasi, pengiriman tetap dapat dilakukan dari titik yang telah disiapkan BPBD,” kata Duddy.

Ia menyebutkan beberapa sumber air yang dapat dimanfaatkan berada di kawasan underpass Padalarang, PDAM di Jalan Kolonel Masturi, serta wilayah Cililin.

“Kami akan mencari sumber mata air yang paling dekat untuk diangkut menggunakan mobil tangki dan didistribusikan kepada masyarakat. Satu tangki mampu menampung sekitar 5.000 liter air sehingga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga di wilayah terdampak,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar