JABAR EKSPRES – Warga Desa Bojongsoang Kabupaten Bandung geruduk DPRD Jawa Barat, Selasa (14/7/2026). Mereka mengeluhkan masalah banjir yang tak kunjung usai.
Rombongan warga yang juga ditemani Kepala Desa itu ditemui Komisi IV DPRD Jawa Barat. Dalam kesempatan itu warga menyampaikan aspirasinya terkait banjir Bojongsoang yang sudah melegenda dan tak kunjung tuntas.
Ketua Paguyuban, Iwan Wahidin menuturkan, banjir di Bojongsoang itu sudah lama terjadi. Dalam catatannya, pada 1986 banjir di kawasan itu sudah sempat terjadi. “Kala itu faktornya adalah sungai yang meluap,” jelasnya.
Baca Juga:Pengendara Terjebak Banjir di Cikarees Bojongsoang, Warga Sebut Penanganan Tak Kunjung TuntasWarga Cijagra Terisolasi, Perahu Jadi Andalan di Tengah Banjir Bojongsoang
Banjir terus berulang. Di era 2000-2010 banjir di kawasan tersebut telah menjadi siklus tahunan, kemudian di era 2010-2020 termasuk yang terparah dengan ketinggian air cukup merepotkan warga.
Lalu pada Desember 2025 lalu, banjir juga kembali terjadi di Bojongsoang. Tercatat ada 11 RW terdampak.
Jika dirincikan, ada 3567 KK terdampak dalam kejadian itu. Selain rumah warga, banjir juga menggenangi beberapa fasilitas umum, seperti 2 Sekolah Dasar, 12 Posyandu dan 10 masjid.
Menurut Iwan, banjir di Bojongsoang bisa disebabkan beberapa faktor. Mulai dari buruknya drainase, hingga soal sedimentasi sungai. “Misalnya Sungai Cikapundung Kolot. Itu sedimentasinya lumayan,” cetusnya.
Warga berharap segera ada solusi kongkret menuntaskan masalah itu, karena banjir sudah lama terjadi namun sampai saat ini belum tuntas juga. (son)
