RI Bakal Ekspor Beras ke Singapura, Siap Lepas Status Negara Importir?

RI Bakal Impor Beras ke Singapura, Siap Lepas Status Negara Importir?
Ilustrasi cadangan beras nasional. Foto: ANTARA
0 Komentar

Namun, ia mengingatkan orientasi ekspor yang terlalu agresif berpotensi mengurangi fleksibilitas pemerintah menghadapi risiko perubahan iklim, gagal panen, maupun gejolak harga pangan di tingkat global.

Karena itu, kebijakan ekspor harus selalu mempertimbangkan proyeksi produksi, risiko El Nino dan La Nina, serta volatilitas harga internasional agar ketahanan pangan nasional tetap terjaga dalam jangka panjang.

Ia juga mendorong agar setiap program ekspor diikuti peningkatan penyerapan gabah petani sehingga cadangan pemerintah terus bertambah dan ekspor menjadi insentif bagi peningkatan produksi nasional.

Baca Juga:Bulog Siapkan Beras SPHP Premium, untuk Redam Kenaikan Harga?Green Forest Resort & Wedding Ramaikan Grand Royal Wedding Expo 2026 dengan Penawaran Pernikahan Eksklusif

Ia menambahkan ekspor beras ke Singapura sebaiknya juga menjadi pintu masuk kolaborasi teknologi, inovasi pertanian, dan penguatan logistik sehingga daya saing serta ketahanan pangan Indonesia semakin berkelanjutan.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menawarkan ekspor 10 ribu ton beras ke Singapura seiring stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai 5,1 juta ton.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (29/6).

0 Komentar