Setelah pembangunan rampung, rencananya akan diberlakukan waktu operasional penggunaan jembatan. Selain itu, warga sekitar juga akan dilibatkan sebagai petugas keamanan dalam menjaga operasional jembatan.
“Nanti akan ada portal yang kami coba sepakati nanti untuk membatasi jam operasional jembatan ini sehingga kekhawatiran hal-hal yang tidak diinginkan bisa lebih dicegah. Termasuk satpam kami nanti pekerjakan warga di sini untuk jaga di jembatan yang akan kita bangun hari ini,” katanya.
Adapun sebelum pembangunan dimulai, Pemerintah Kota Bogor terlebih dahulu melakukan serangkaian pendekatan kepada masyarakat dan pihak terkait untuk menyelesaikan sejumlah persoalan yang selama ini menghambat realisasi proyek.
Baca Juga:JPO Paledang Dibongkar, Pelican Crossing Disiapkan untuk Tingkatkan Keselamatan Pejalan KakiJPO Paledang Sudah Dibongkar, Warga Menanti Pelican Crossing
Kata Jenal, sudah enam kali sosialisasi dan dialog digelar dengan melibatkan lurah, camat, perangkat daerah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga tokoh masyarakat dari kedua kelurahan.
“Kami datangi dua kelurahan, masyarakat kami sosialisasikan bahwa pentingnya akses, bahwa kita satu negara, satu kota harus saling mensupport mendukung,” ucapnya.
“Sebelumnya juga ada kejadian yang cukup menyedihkan. Beberapa masyarakat susah akses berobat, bahkan ada yang sempat tidak tertolong sampai meninggal di tanjakan karena kehabisan oksigen. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah. Tidak ada alasan teknis maupun yuridis ketika akses masyarakat penting dan strategis, kami harus mencari cara,” tambahnya.
Dari serangkaian pendekatan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Warga yang sebelumnya sempat menyampaikan keberatan kini telah mendukung pembangunan jembatan karena manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Alhamdulillah sampai hari ini masyarakat tidak ada yang kontra dan mendukung pembangunan dari uang rakyat untuk rakyat,” tuturnya.
