Jaga Regenerasi Perajin, Dedi Mulyadi Siapkan Insentif untuk Maestro Batik hingga Pengukir

Gubernur Dedi Mulyadi (dok Humas)
Gubernur Dedi Mulyadi (dok Humas)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menaruh perhatian serius terhadap keberlangsungan para perajin, mulai dari pembatik hingga pengukir.

Ia tidak ingin regenerasi pelaku seni dan kerajinan tradisional terputus. Karena itu, pemerintah berencana menggandeng para maestro untuk mewariskan keterampilan mereka kepada generasi muda.

Rencananya, para maestro akan diberikan insentif sebagai bentuk apresiasi. Sebagai imbal balik, mereka diharapkan mengajarkan keahlian yang dimiliki kepada generasi muda melalui jalur pendidikan formal maupun nonformal.

Baca Juga:Atlet IBCA MMA Tasikmalaya Bawa Pulang 11 Medali di Temu Tarung Garut, Bidik Emas di Porprov 2026Empat Kali Diduga Jadi Korban Asusila, Bocah di Ciampea Alami Trauma hingga Kehilangan Percaya Diri

Dedi Mulyadi menjelaskan, Jawa Barat berpotensi kehilangan para pembatik, pemahat, pelukis, hingga perajin anyaman apabila regenerasi tidak segera dilakukan.

Karena itu, ia mengusulkan agar para maestro memperoleh insentif rutin untuk mengajarkan keahlian mereka kepada generasi penerus.

“Kami kumpulkan para pembatik. Kami ingin beri mereka gaji setiap bulan yang cukup untuk mengajarkan membatik. Begitu juga untuk ukiran, lukisan, masakan tradisional, sampai anyaman agar lestari,” ujarnya, Jumat (26/6) malam.

Menurut Dedi, Jawa Barat memiliki kekuatan besar di bidang kerajinan anyaman yang selama ini berkembang di wilayah Tasikmalaya dan Garut. Namun, ia mengakui jumlah generasi muda yang menekuni bidang tersebut terus menurun.

Untuk menjawab tantangan itu, ia menggagas pembentukan berbagai pusat pembelajaran, seperti Paguron Batik, Paguron Anyaman, Paguron Ukir, dan Paguron Lukis, sebagai wadah pewarisan keterampilan tradisional kepada generasi penerus.

Pusat-pusat pembelajaran tersebut diharapkan mampu melahirkan kembali perajin-perajin terampil sehingga warisan budaya, mulai dari batik, ukiran, hingga anyaman, tetap lestari.

Simpul- simpul itu diharapkan kembali menelurkan perajin yang terampil, sehingga warisan luhur dalam bentuk batik hingga anyaman itu tetap lestari.

Baca Juga:Proyek Cirahong 2 Tunggu Kepastian Pusat, Pemkab Tasikmalaya Siapkan Dana untuk Bebaskan LahanKekeringan Kembali Terjang Nanggung Bogor, 512 Warga Terdampak Krisis Air Bersih

Berbagai karya keterampilan itu juga bisa diangkat menjadi sumber – sumber keunggulan. Baik sektor wisata maupun ekonomi, misalnya pengembangan sentra batik, anyaman hingga pahat. (son)

0 Komentar