Viral! Ibu-Ibu Duduki Ruang Paripurna DPRD Cimahi, Ketua Dewan Akui Kecolongan

Viral! Ibu-Ibu Duduki Ruang Paripurna DPRD Cimahi, Ketua Dewan Akui Kecolongan
Gedung DPRD Cimahi. (Dok. DPRD Cimahi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Beredarnya video viral yang memperlihatkan sejumlah ibu-ibu berada di ruang paripurna DPRD Kota Cimahi menuai sorotan publik. Dalam video tersebut, para perempuan yang diduga mengaku sebagai anggota DPRD Kota Cimahi terlihat melakukan aktivitas layaknya rapat di ruang sidang utama lembaga legislatif tersebut.

Kejadian tersebut menjadi sorotan karena ruang paripurna DPRD merupakan area resmi lembaga legislatif yang memiliki fungsi dan simbol kelembagaan.

Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko mengakui kejadian tersebut menjadi evaluasi internal lantaran pihaknya kecolongan dalam pengawasan akses masuk ke ruang paripurna.

Baca Juga:BPJS Jadi Syarat Pedagang di Marketplace Dapat Insetif, Diskon Biaya Layanan 50 Persen Konsumen dan Prodesen Sama-sama Dilindungi, Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok 

Wahyu menyebut, kejadian serupa belum pernah terjadi selama dirinya menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Cimahi maupun pada periode kepemimpinan sebelumnya.

“Kejadian ini kan, kita istilahnya kecolongan, dan selama ini memang enggak ada (kejadian serupa). Selama ini saya sejak selama jadi Ketua DPRD tidak pernah terjadi, mungkin juga sama ketua-ketua DPRD sebelumnya juga tidak pernah mengalami seperti ini,” ujar Wahyu saat dikonfirmasi Jabar Ekspres, Kamis (25/6/26).

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi catatan penting bagi DPRD Kota Cimahi agar sistem pengawasan dan prosedur penerimaan tamu dapat diperketat. Hal itu dilakukan untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi di lingkungan gedung dewan.

Ia menilai, peristiwa tersebut kemungkinan baru pertama kali terjadi sehingga perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terkait mekanisme penerimaan kunjungan masyarakat maupun organisasi yang masuk ke area tertentu di DPRD Kota Cimahi.

Saat ditanya mengenai asal organisasi ibu-ibu tersebut, apakah berasal dari Kota Cimahi atau daerah lain, sekaligus dampaknya terhadap citra dan marwah institusi DPRD Kota Cimahi, Wahyu menyampaikan bahwa berdasarkan informasi awal yang diterimanya, kelompok tersebut merupakan organisasi perempuan dari Cimahi.

“Hanya saya lupa lagi nama organisasinya ya. Intinya kan nanti ketika sudah ketemu dengan Pak Sekwan dan beberapa pimpinan fraksi ya, terutama, sama pimpinan DPRD, insyaallah nanti akan terklarifikasi semuanya,” terangnya.

Lebih lanjut, Wahyu mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Sekretaris Dewan (Sekwan) terkait kejadian tersebut. Dari informasi sementara yang diterima, memang terdapat kunjungan dari sebuah organisasi perempuan ke DPRD Kota Cimahi.

0 Komentar