Polemik RS Unpad Sumedang, Sonia Sugian Ungkap Kronologi di Ruang Rawat Inap: 20 Jam Tanpa Visit Dokter 

Ilustrasi: Rumah Sakit Universitas Padjajaran (Unpad), berlokasi di Jalan Ir Soekarno Kilometer (KM) 21, wilay
Ilustrasi: Rumah Sakit Universitas Padjajaran (Unpad), berlokasi di Jalan Ir Soekarno Kilometer (KM) 21, wilayah Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (Yanuar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Bagi saya itu tidak masalah. Yang terpenting adalah saya bisa mendapatkan perawatan dan penanganan dari dokter. Namun yang saya sesalkan adalah penanganan selama di ruang rawat inap,” ucapnya.

“Di IGD saya mendapatkan pelayanan yang baik. Tetapi setelah masuk ke ruang rawat inap, sejak pukul 3.00 WIB dini hari hingga pukul 22.00 malam, tidak ada dokter yang melakukan visit,” tambah Sonia.

Dia menjelaskan, selama di ruang rawat inap hanya ada perawat yang datang memeriksa tekanan darah, serta memberikan obat lambung dan obat pereda nyeri.

Baca Juga:Pemkab Bogor Cek 81 Kendaraan Dinas, Lelang Jadi Opsi untuk Unit Tak LayakSkinmology Usung Standar Eropa, Tawarkan Solusi Perawatan Kulit untuk Iklim Tropis

Menurut Sonia, selama ditempatkan di ruang rawat inap nomor 114 X Klinik RS Unpad, kondisinya juga tidak dipasang infus.

“Saya hanya dipasang wing di tangan untuk jalur pemberian obat melalui suntikan. Saya sempat bertanya kepada perawat, dokternya visit jam berapa?Jawabannya, belum tahu, Bu. Mungkin sore,” jelasnya.

Sonia pun bertanya kembali kepada perawat, jika memang dokter akan datang di sore hari, maka jam berapa tepatnya visit yang dimaksud tersebut. Namun jawabannya tetap tidak bisa dipastikan.

“Saya bingung karena tidak mendapatkan kepastian, sementara kondisi saya sedang khawatir dan cemas, apalagi sebelumnya dokter di IGD menyampaikan dugaan (diagnosis) penyakit jantung,” paparnya.

Sonia pun mengaku, selain menunggu visit dokter, dirinya juga menanyakan hasil pemeriksaan laboratorium, hasil EKG, dan hasil rontgen.

Akan tetapi, perawat menjawab bahwa yang berhak menjelaskan semuanya adalah dokter. Sementara dokternya tak kunjung datang.

“Terus terang, saya kecewa. Bukan karena saya merasa tidak ditangani di IGD, karena faktanya di IGD saya mendapatkan penanganan,” tutur Sonia.

Baca Juga:PGN Siap Datangkan Pasokan Gas Bumi dari Lapangan Sengeti, Ubah Stranded Gas Jadi Energi BerkelanjutanGlobal Parenting Summit 2026: Peran Vital Orang Tua Merancang Masa Depan Anak

“Yang saya sesalkan adalah selama di ruang rawat inap tidak ada komunikasi dan informasi yang diberikan dokter kepada saya sebagai pasien,” tambahnya.

Selama berada di ruang rawat inap, Anggota DPRD Sumedang itu merasa sangat khawatir dan cemas, tapi tidak ada penjelasan mengenai kondisinya.

“Tidak ada komunikasi yang terjalin antara dokter dan pasien. Jadi yang saya sampaikan bukan bahwa saya tidak ditangani selama 12 jam di IGD. Bukan itu persoalannya,” ungkap Sonia.

0 Komentar