Perlintasan Sebidang Jalan MA Salmun Bogor Dipasang Palang Pintu, Dijaga PJL 24 Jam

Perlintasan kereta
Perlintasan sebidang rel kereta api Jalan MA Salmun, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, telah dipasang palang pintu sementara yang dijaga manual 24 jam oleh PJL. Foto: Sekar Andini
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sejumlah pengendara mengaku sempat mengalami situasi berbahaya saat melintas di perlintasan sebidang rel kereta api Jalan MA Salmun, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, sebelum dipasangnya palang pintu sementara oleh PT KAI Daop 1 Jakarta.

Salah seorang pengguna jalan, Rere (24), warga Ciomas, Bogor, mengaku pernah hampir terserempet kereta karena jarak sepeda motornya yang sangat dekat dengan kereta yang melintas saat ia berhenti menunggu kereta lewat sebelum adanya palang pintu sementara tersebut.

Ia menuturkan, kondisi perlintasan sebelumnya dinilai cukup rawan karena tidak adanya batas aman yang jelas. Meski sudah ada petugas yang berjaga, pengaturan lalu lintas dinilai belum sepenuhnya mampu mencegah pengendara melintas terlalu dekat dengan jalur rel.

Baca Juga:Wacana Rumah Sakit di Ujung Selatan Tasikmalaya Segera TerwujudFestival Musik dan Ekonomi Digital Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Nasional

“Pernah hampir terserempet karena jaraknya benar-benar dekat saat kereta lewat. Apalagi dulu belum ada palang, jadi batas aman itu tidak jelas,” kata Rere saat ditemui di Kota Bogor, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, keberadaan palang pintu sementara yang kini telah dipasang membuat kondisi lebih aman dan tertib. Pengendara kini memiliki batas yang jelas kapan harus berhenti dan kapan bisa melintas.

“Sekarang jauh lebih aman. Kalau palang sudah turun, otomatis kendaraan berhenti. Jadi ada batas yang jelas dan tidak bikin waswas terserempet sampai tertabrak kereta,” ujarnya.

Senada, Zahira (20) warga Kebun Raya Residence, Bogor Barat, kerap melintasi pelintasan tersebut untuk bekerja.

Ia mengaku kondisi sebelumnya yang tidak dipasangi palang pintu kerap membuat pengendara berada terlalu dekat dengan jalur kereta saat kereta melintas karena tidak adanya pembatas fisik yang jelas.

“Kalau dulu sering lihat motor atau mobil berhenti terlalu dekat rel. Bahkan kalau lagi ramai, antreannya bisa sampai mepet jalur kereta,” kata Zahira saat ditemui di Kota Bogor, Senin (26/6/2026).

Ia menilai pemasangan palang pintu sementara oleh PT KAI menjadi langkah penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan di perlintasan sebidang tersebut.

Baca Juga:Kadin Dorong Kemitraan Strategis RI-China untuk Perkuat Industri Masa DepanDiduga Meleng, Pemotor Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Cibinong Bogor

“Dengan adanya palang sekarang lebih tertib dan jelas. Jadi risiko pengendara terlalu maju ke rel dan risiko bisa terserempat atau tertabkar juga bisa dikurangi,” ujarnya.

0 Komentar