JABAR EKSPRES — Pemerintah Kota Cimahi tengah menyiapkan Program Kampung Sosial berbasis ketahanan pangan yang diklaim dapat menjadi instrumen baru pengentasan kemiskinan sekaligus destinasi wisata masyarakat.
Namun di balik ambisi besar tersebut, muncul pertanyaan mengenai efektivitas, keberlanjutan, hingga sumber pendanaan program yang tidak mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Program yang digagas Dinas Sosial bersama Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi itu saat ini masih dalam tahap pematangan konsep.
Baca Juga:Festival Musik dan Ekonomi Digital Jadi Mesin Pertumbuhan Baru NasionalKadin Dorong Kemitraan Strategis RI-China untuk Perkuat Industri Masa Depan
Pemerintah berharap pendekatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media, mampu menjadi solusi atas keterbatasan anggaran yang dihadapi daerah.
Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi Totong Solehudin mengatakan program tersebut telah memperoleh dukungan dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi.
“Itu salah satu program unggulan yang tidak menggunakan APBD. Kami sudah mendapat restu dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota, dan saat ini masih terus dimatangkan agar pelaksanaannya berjalan sesuai rencana,” ujar Totong kepada Jabar Ekspres, Senin, 22 Juni 2026.
Menurut Totong, pembiayaan program akan mengandalkan dukungan berbagai pihak di luar pemerintah, mulai dari individu, komunitas pengusaha, organisasi bisnis hingga sponsor.
Namun skema tersebut sekaligus menjadi tantangan tersendiri. Sebab, keberlangsungan program sosial yang bergantung pada partisipasi pihak ketiga sering kali menghadapi persoalan konsistensi dukungan dalam jangka panjang.
Pemerintah pun mencoba membangun kesepakatan bersama melalui kontrak sosial yang melibatkan seluruh unsur pentahelix. Dalam konsep yang disusun, pemerintah bertindak sebagai regulator, akademisi menyediakan landasan ilmiah, sementara sektor usaha diharapkan menjadi sumber dukungan pendanaan.
“Konsepnya bukan sekadar stakeholder, tetapi shareholder yang sama-sama memiliki peran dan tanggung jawab,” kata Totong.
Baca Juga:Diduga Meleng, Pemotor Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Cibinong BogorBocah Main Lilin Saat Mati Lampu, 3 Rumah dan 1 Motor Ludes Terbakar di Bojonggede Bogor
Program Kampung Sosial dirancang untuk menyasar masyarakat miskin melalui berbagai aktivitas produktif yang diharapkan dapat menghasilkan tambahan pendapatan keluarga. Pemerintah juga menargetkan kawasan tersebut berkembang menjadi destinasi wisata berbasis aktivitas sosial dan ketahanan pangan.
Akan tetapi, gagasan tersebut tidak lepas dari sejumlah tantangan. Selain keterbatasan sumber pembiayaan, Cimahi juga dikenal sebagai kota dengan luas wilayah yang relatif kecil dan minim lahan pertanian.
