Kampung Sosial Cimahi Ambisi Besar Pemkot yang Masih Menunggu Pembuktian

Kampung Sosial
Ilustrasi Kampung Sosial Cimahi. (Ist)
0 Komentar

Kepala Dispangtan Kota Cimahi Tita Mariam mengakui kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi. Karena itu, konsep yang ditawarkan mengarah pada pengembangan urban farming dan sistem pertanian terintegrasi.

“Tentu harapannya Program Kampung Sosial ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Kota Cimahi. Didasarkan ketika masyarakat kurang mampu diberikan pekerjaan dan mendapatkan penghasilan, maka kesejahteraannya pun akan meningkat,” ujarnya.

Meski demikian, ukuran keberhasilan program masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terjawab. Sejumlah program pemberdayaan masyarakat sebelumnya kerap menghadapi persoalan serupa, berjalan aktif selama pendampingan berlangsung, tetapi kehilangan daya hidup ketika dukungan pemerintah mulai berkurang.

Baca Juga:Festival Musik dan Ekonomi Digital Jadi Mesin Pertumbuhan Baru NasionalKadin Dorong Kemitraan Strategis RI-China untuk Perkuat Industri Masa Depan

Dispangtan menyatakan telah menyiapkan indikator evaluasi berupa peningkatan produksi dan produktivitas sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, serta meningkatnya ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Untuk tahap awal, Program Kampung Sosial akan diuji melalui proyek percontohan di Kelurahan Cipageran dan Kelurahan Citeureup. Jika dinilai berhasil, program tersebut akan diperluas ke seluruh kelurahan di Kota Cimahi.

Namun pada akhirnya, tantangan terbesar bukan sekadar menghasilkan panen atau menciptakan kawasan wisata baru. Yang lebih penting adalah memastikan program ini benar-benar mampu mengangkat pendapatan warga miskin dan tidak berhenti sebagai proyek seremonial yang ramai saat diluncurkan, tetapi redup ketika perhatian publik dan dukungan pendanaan mulai berkurang.

“Semua itu untuk bekerja bersama-sama agar Program Kampung Sosial ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan,” tandas Tita. (Mong)

0 Komentar