Jabar Siapkan Repositori Data Pariwisata, Dorong Riset hingga Kebijakan Berbasis Data

Wisatawan mengunjungi penakaran rusa di Tahura Bandung.(son)
Wisatawan mengunjungi penakaran rusa di Tahura Bandung.(son)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat terus berupaya menghadirkan data sektor pariwisata yang lebih mudah diakses masyarakat.

Selain untuk kebutuhan edukasi, data tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk riset hingga penyusunan berbagai kebijakan strategis.

Upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran Platform Sistem Repositori Informasi Pembangunan Kepariwisataan Jawa Barat.

Baca Juga:Satpol PP Tertibkan PKL di Depan Masjid Besar Singaparna, Trotoar Disterilkan untuk Proyek PerbaikanSudah ke Jakarta Fair? Jangan Lewatkan Produk UMKM Lokal di Bright Store by Pertamina

Dalam platform baru itu, masyarakat dapat mengakses berbagai data terkait sektor pariwisata, mulai dari daya tarik wisata di Jawa Barat, perkembangan desa wisata, hingga infrastruktur penunjang pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Iendra Sofyan, menjelaskan bahwa repositori tersebut dihadirkan sebagai pusat data pariwisata yang tertata, mudah diakses, serta dapat dipercaya sebagai landasan pengembangan sektor pariwisata di Jawa Barat.

“Ini pelayanan kamu memudahkan masyarakat untuk akses data juga,” ujarnya, Minggu (21/6).

Iendra menambahkan, data yang tersedia dalam sistem tersebut tidak hanya berasal dari tingkat provinsi, tetapi juga hasil kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Termasuk perangkat daerah, komunitas, dan lembaga lainnya,” katanya.

Sistem repositori itu juga dirancang untuk meningkatkan validitas data dan informasi pembangunan sektor pariwisata.

Data yang terkumpul nantinya dapat menjadi dasar dalam perencanaan, pengendalian, evaluasi, penilaian indeks, hingga investasi pembangunan kepariwisataan di Jawa Barat.

Platform tersebut merangkum berbagai data penting dari seluruh aktivitas pembangunan yang berkaitan dengan sektor pariwisata.

“Jadi semuanya terintegrasi,” ucapnya.

Baca Juga:Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Bogor Normalisasi Irigasi untuk Selamatkan 800 Hektare SawahCungkil Kaca Dapur, Maling Gondol Uang dan Tablet Kasir Kafe di Cibinong

Ia berharap, keterbukaan dan integrasi data tersebut mampu semakin mendongkrak perkembangan sektor pariwisata Jawa Barat.

Pada akhirnya, pertumbuhan itu diharapkan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang bergerak di sektor pariwisata.

Dari sisi potensi, sektor pariwisata Jawa Barat dinilai masih sangat menjanjikan. Minat masyarakat untuk berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Jawa Barat juga terus menunjukkan tren positif dan masih berpotensi terus meningkat.

Sebagai contoh, pada momen libur panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila beberapa waktu lalu, masyarakat berbondong-bondong mengunjungi berbagai destinasi wisata di Jawa Barat.

Disparbud mencatat sebanyak 543.690 wisatawan mengunjungi 189 destinasi wisata yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.

0 Komentar