Menjadikan Indonesia Brankas Emas Dunia

Menjadikan Indonesia Brankas Emas Dunia
Pramuniaga menunjukkan emas batangan di sebuah gerai penjualan emas di Malang, Jawa Timur, Senin (5/1/2026). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/YU.)
0 Komentar

Pelajaran penting dari keberhasilan Singapura adalah bahwa kekuatan ekonomi modern tidak lagi hanya ditentukan oleh kepemilikan sumber daya alam. Nilai tambah terbesar justru berada pada penguasaan jasa keuangan, logistik, dan ekosistem perdagangan yang mengelilingi sumber daya tersebut.

Singapura membuktikan bahwa negara tanpa tambang emas pun dapat menjadi pusat emas dunia. Sebaliknya, Indonesia yang memiliki cadangan emas melimpah justru berisiko hanya menjadi pemasok bahan mentah jika tidak membangun ekosistem keuangan yang mendukung.

Karena itu, visi menjadikan Indonesia sebagai pusat penyimpanan emas internasional tidak boleh dipandang sebagai mimpi yang terlalu jauh. Dengan ekonomi terbesar di ASEAN, posisi geopolitik yang strategis, cadangan devisa yang kuat, industri emas yang berkembang, serta stabilitas makroekonomi yang terjaga, Indonesia memiliki modal dasar yang cukup untuk mewujudkannya. Yang dibutuhkan adalah keberanian menyusun strategi jangka panjang, konsistensi kebijakan, dan komitmen membangun institusi kelas dunia.

Baca Juga:31.548 Sertifikat Halal untuk Desa WisataETLE Gunakan Biometrik Wajah

Di era ketika kepercayaan menjadi mata uang paling berharga dalam sistem keuangan global, Indonesia memiliki peluang untuk tidak hanya menjadi produsen emas, tetapi juga menjadi penjaga emas dunia.

Jika peluang ini dimanfaatkan dengan baik, manfaatnya tidak hanya berupa pendapatan jasa keuangan, melainkan juga peningkatan reputasi, penguatan stabilitas ekonomi, dan pengukuhan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan utama Asia pada masa depan. ANTARA

0 Komentar