Menurut warga, awalnya longsoran hanya mengikis bagian bawah tebing dan bahu jalan. Namun seiring berjalannya waktu, terutama saat musim hujan, kerusakan semakin meluas hingga menghilangkan sebagian besar bahu jalan.
Selain minim penanganan, lokasi tersebut juga tergolong rawan pada malam hari karena tidak dilengkapi penerangan jalan umum. Pengendara yang melintas harus mengandalkan lampu kendaraan untuk melihat kondisi jalan yang sebagian berada tepat di bibir jurang.
Saat ini area longsor hanya diberi pembatas sederhana dari bambu sebagai penanda bahaya. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan permanen sebelum terjadi longsor susulan yang berpotensi memutus akses jalan dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
Baca Juga:ESDM Bantah Samakan BBM Pertamax dengan Solar: Ini Fitnah!Konflik AS-Iran Mereda, Menkeu Optimis Beban APBN Berkurang
Dengan kondisi tanah yang masih labil serta curah hujan yang sewaktu-waktu turun, ancaman longsor di ruas jalan vital penghubung Sukaraja-Tanjungjaya tersebut menjadi perhatian serius yang membutuhkan penanganan segera. (Hendi)
