Dan mengingatkan, Pemprov Jabar jangan hanya sibuk mengotak-atik urusan teknis aplikasi dan melupakan akar masalah mendasar. Yaitu ketimpangan sarana dan kualitas pendidikan.
Ironisnya lagi, proyek pembangunan 17 Unit Sekolah Baru (USB) tahun ini dinilai salah sasaran. Sekolah-sekolah baru tersebut justru tidak dibangun di 14 kecamatan yang sama sekali blank spot. Wilayah tersebut seperti Kabupaten Kuningan 6 Kecamatan, Kabupaten Sumedang 3 Kecamatan, Kabupaten Ciamis 3 Kecamatan, Kabupaten Sukabumi 1 Kecamatan, Kabupaten Garut 1 Kecamatan, ataupun Kabupaten Purwakarta 1 Kecamatan.
Dan mendorong Inspektorat dan DPRD Jabar juga diminta aktif menyisir potensi maladministrasi. Selama Pemprov hanya fokus mengotak-atik teknis tanpa mempercepat pemerataan unit sekolah dan kualitas pendidikan, maka episode drama SPMB akan terus menjadi horor tahunan bagi ratusan ribu calon murid.
Baca Juga:Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tasikmalaya Salurkan 8.000 Liter Air Bersih dan 100 Paket SembakoGagal Live Tawuran di Medsos, 3 Remaja Ditangkap Polisi di Parung Bogor
“Pendidikan bukan uji coba sistem. Apalagi lahir dari perencanaan setengah matang,” pungkas Dan (son).
