Meski berbagai capaian berhasil diraih, Dani mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi dalam pengembangan sektor budaya, pariwisata, kepemudaan, dan olahraga.
Tantangan tersebut dinilai semakin kompleks seiring perubahan kebutuhan masyarakat yang berlangsung sangat cepat.
Dani menegaskan, keterbatasan sumber daya, kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana, serta perkembangan era digital menjadi tantangan utama yang perlu diantisipasi bersama.
Baca Juga:Rindu Derby Bogor Terobati, Persikabo dan PSB Kota Bogor Akan Duel di Stadion Mini Akhir Bulan Ini!Bupati Cecep Tegaskan Perbaikan Jalan Rusak Puspahiang-Mandalasari, Siapkan Anggaran Rp6,88 Miliar
“Tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan sumber daya, kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana, serta dinamika perkembangan masyarakat yang semakin cepat, khususnya dalam era digital,” tegasnya.
Dani menuturkan, pengembangan sektor budaya dan pariwisata juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar program yang dijalankan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Selain itu, pengembangan sektor budaya dan pariwisata memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat,” bebernya.
Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Disbudparpora Kota Cimahi terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan.
Langkah itu dilakukan melalui peningkatan partisipasi komunitas, pemanfaatan teknologi digital, hingga penyusunan program pembangunan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Tantangan digitalisasi yang kian masif menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab melalui kolaborasi dan inovasi agar pembangunan sektor budaya, kepemudaan, pariwisata, dan olahraga dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
“Dengan mendorong partisipasi aktif komunitas, memanfaatkan teknologi digital untuk promosi dan pelayanan publik, serta menyusun program yang lebih adaptif dan berkelanjutan melalui perencanaan yang partisipatif,” tandas Dani. (Mong)
