Berdasarkan perhitungan perusahaan, sistem tersebut berpotensi menghemat penggunaan diesel hingga 28,08 kiloliter per tahun.
Implementasi PLTS pada OB Patra 2303 juga menjadi bukti bahwa energi terbarukan memiliki peluang besar untuk mendukung operasional transportasi laut yang lebih ramah lingkungan sekaligus memperkuat agenda dekarbonisasi nasional.
Senada, Direktur Perencanaan Bisnis PIS, Eka Suhendra menambahkan, proyek tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam strategi dekarbonisasi sektor maritim Pertamina. Selain penerapan berbagai perangkat penghemat energi pada armada, pemanfaatan energi surya dinilai membuka peluang baru bagi operasional pelayaran yang lebih rendah karbon.
Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Siap Bangun 39 TK Negeri, DPRD : Langkah Progresif!Nonton Piala Dunia 2026 Makin Mudah, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Akses 104 Laga hingga Paket Mulai Rp25 Ribu
“Keberhasilan proyek ini memperlihatkan bahwa transisi energi dapat berjalan melalui kolaborasi, inovasi, dan keberanian menghadirkan teknologi baru,” tutup Eka.*
