Kekeringan Disertai Krisis Air Bersih Melanda Citeureup Bogor, 517 Jiwa Terdampak

Tim BPBD Kabupaten Bogor saat mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di Wilay
Tim BPBD Kabupaten Bogor saat mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di Wilayah Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. FOTO: BPBD.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebanyak 517 jiwa di Kampung Tonggoh, Desa Gunung Sari, Citeureup, Kabupaten Bogor, terdampak krisis air bersih akibat jarangnya hujan di lokasi tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengatakan pihaknya menerima laporan kondisi tersebut pada Selasa (9/6/2026).

“Dikarenakan intensitas hujan yang menurun di wilayah tersebut, mengakibatkan sumber mata air warga berkurang dan warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” ujar Adam, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga:Di Bawah Terpal dan Tumpukan Daun Kering, Ribuan Motor BGN Senilai 1,3 Triliun Menanti Nasib di Sentul BogorOleng Saat Nyalip, Pelajar Tewas Terlindas Mobil di Ciampea Bogor

Kata dia, pihaknya langsung melakukan asesmen dan koordinasi dengan aparat setempat sebelum mengirimkan bantuan air bersih ke lokasi terdampak.

Menurut keterangannya, pendistribusian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan 125 kepala keluarga atau 517 jiwa yang terdampak kekeringan.

“Kami menyalurkan sebanyak 5.000 liter air bersih atau satu ritase ke Kampung Tonggoh,” terangnya.

Katanya, proses pendistribusian air bersih berhasil disalurkan kepenampungan warga.

“Untuk sementara kebutuhan air bersih telah di distribusikan ke penampungan (toren) untuk masyarakat di wilayah tersebut,” tutupnya. (DZIHAR)

0 Komentar