Penataan Museum Pajajaran, Disparbud Kota Bogor Ajukan Dana Rp23,9 Miliar! 

Penataan Museum Pajajaran, Disparbud Kota Bogor Ajukan Dana Rp23,9 Miliar! 
Museum Pajajaran di kawasan Batutulis, Bogor Selatan, Kota Bogor yang sudah diaktivasi pada Rabu (3/6/2026) lalu. Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres
0 Komentar

“Kami akan merapikan pagar yang saat ini masih rendah, memasang besi dan tembok di sekeliling kawasan agar lebih indah. Selain itu juga akan dibangun amphitheater yang nantinya bisa digunakan untuk pameran temporer, tentu juga melengkapi koleksi bersejaran di museum,” ucapnya.

Saat ini, Museum Pajajaran telah memiliki sekitar 80 koleksi yang terdiri atas benda pusaka seperti kujang dan keris, artefak, buku-buku sejarah, serta materi storyline perjalanan Kerajaan Pajajaran, serta berbagai kolekasi lainnya terkait kebudayaan Sunda. Sebanyak 33 koleksi juga bahkan di antaranya merupakan dukungan dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.

Untuk menambah koleksi, Disparbud Kota Bogor juga telah berkoordinasi dengan Museum Sri Baduga di Bandung serta sejumlah keraton di Yogyakarta guna menghadirkan replika benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan Kerajaan Pajajaran.

Baca Juga:Museum Pajajaran Bogor Resmi Diaktivasi pada HJB ke-544, Siap Tampilkan Berbagai Koleksi Sejarah Budaya Sunda Museum Pajajaran Bogor Resmi Diaktivasi pada HJB ke-544, Siap Tampilkan Berbagai Koleksi Sejarah Budaya Sunda 

Firdaus berharap dukungan Pemerintah Kota Bogor, pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta berbagai pihak dapat mempercepat penataan dan pengembangan Museum Pajajaran untuk menjadi salah satu destinasi sejarah sunda unggulan di Jawa Barat.

“Kami berharap Museum Pajajaran ke depan menjadi salah satu destinasi unggulan di Jawa Barat yang memberikan informasi, edukasi, tempat penelitian, dan pembelajaran bagi masyarakat serta pelajar,” tuturnya.

Sementara itu, untuk tahap awal, Firdaus menyebut Museum Pajajaran akan dibuka secara terbatas untuk masyarakat melalui masa uji coba operasional. Disparbud Kota Bogor kini masih mengkaji pola layanan yang paling sesuai, termasuk pengaturan jam kunjungan dan kesiapan petugas pendukung museum.

Museum Pajajaran direncanakan mulai menerima kunjungan masyarakat pada Rabu pekan depan (10/6/2026). Pada masa uji coba tersebut, masyarakat dapat berkunjung secara langsung tanpa dipungut biaya.

“Masih kami bahas, belum kami putuskan. Kemungkinannya nanti dibagi dua sesi, misalnya pukul 09.00 sampai 11.00 dan pukul 13.00 sampai 15.00. Tapi masyarakat sudah bisa berkunjung hari Rabu, nanti akan kami informasikan kembali,” katanya.

Ia menjelaskan, pembukaan secara terbatas tersebut dilakukan untuk mengukur animo masyarakat agar Disparbud dapat menyesuaikan kebutuhan layanan, jumlah petugas, sistem pengelolaan museum pada tahap berikutnya, hingga keamanan penjagaan koleksi, sekaligus memastikan seluruh aspek operasional berjalan dengan baik.

0 Komentar