“Transparansi distribusi penting agar persoalan ini tidak terus berulang. Jangan sampai kelangkaan menjadi masalah tahunan sementara masyarakat dan pedagang selalu berada di posisi yang dirugikan,” pungkasnya.
Sebelumnya, sejumlah pedagang di Pasar Kosambi Kota Bandung mengeluhkan minimnya pasokan Minyakita yang masuk ke pasar.
Kondisi tersebut menyebabkan harga jual minyak goreng subsidi mencapai Rp21.000 per liter atau jauh di atas HET yang saat ini ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. (Dam)
