“Kritiknya bukan pada aspek hukum semata, tetapi pada fakta bahwa kasus ini sudah terlanjur menimbulkan kegaduhan publik. Pemerintah kota harus menjelaskan kepada masyarakat apa yang sebenarnya terjadi, agar tidak muncul persepsi adanya standar ganda atau ketidakjelasan dalam proses penegakan hukum,” ujarnya.
Billy menilai hubungan antara Farhan dan ASN ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah kota membangun kembali rasa percaya yang sempat terkikis.
“Kalau Farhan mampu menunjukkan kepemimpinan yang tegas, transparan, dan menjaga jarak dari berbagai polemik, ASN akan kembali percaya. Namun jika kasus ini hanya dianggap selesai karena status tersangka gugur tanpa ada evaluasi tata kelola, maka persoalan kepercayaan itu bisa terus menjadi beban pemerintahan ke depan,” pungkasnya. (Dam)
