JABAR EKSPRES – Direktur Teknologi dan Informasi BPJS Kesehatan, Setiaji meninjau pemanfaatan sistem digital di dua rumah sakit di Bandung, yaitu Santosa Hospital Bandung Kopo dan RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, Rabu (5/3). Upaya tersebut dilakukan guna memastikan pelayanan kepada peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berjalan cepat, mudah, dan terintegrasi.
Beberapa sistem yang ditinjau antara lain Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM), mesin layanan mandiri untuk pendaftaran rawat jalan dan cetak Surat Eligibilitas Peserta (SEP). Selain itu, Setiaji juga meninjau sistem farmasi untuk pemberian obat, memastikan prosesnya efisien bagi peserta. Ia menekankan pentingnya integrasi antara sistem rumah sakit dan sistem BPJS Kesehatan agar layanan bisa berjalan lebih lancar dan akurat.
“Berkunjung ke faskes di Kota Bandung ini, kami mengecek bagaimana sistem rumah sakit dan sistem BPJS Kesehatan bisa mendukung layanan. Kami meninjau rawat jalan dan rawat inap, terutama bagian pendaftaran, untuk memastikan sistem berjalan baik. Ada beberapa perbaikan yang sedang dilakukan rumah sakit, dan diharapkan sistem ini bisa membantu pelayanan sekaligus klaim. Itu kurang lebih kegiatan kami hari ini,” tekan Setiaji.
Baca Juga:Generasi Melek Digital, Diya Andalkan Mobile JKN Akses Layanan KesehatanTetap Aktif di Usia 77, Azhari Jalani Hidup Lebih Tenang dengan JKN
Tak hanya meninjau sistem teknologi, Setiaji juga berinteraksi langsung dengan peserta JKN yang tengah berobat. Adi (42) yang sedang duduk menunggu giliran berobat bersama seorang anaknya yang tengah sakit. Dalam kesempatan tersebut, Adi mengaku terbantu dengan kemudahan penggunaan Mobile JKN karena tidak lagi harus mengurus administrasi secara manual di rumah sakit.
Para pasien menjelaskan proses pendaftaran yang kini lebih mudah berkat teknologi. Semua data peserta sudah terhubung dengan Mobile JKN, sehingga setelah cek-in di aplikasi, mereka hanya perlu memasukkan nomor booking di rumah sakit. Sistem kemudian secara otomatis menampilkan FRISTA dan nomor antrean poli, sehingga peserta tinggal menunggu di depan poli yang dituju tanpa perlu kembali ke pendaftaran.
“Saya baru pertama kali datang karena mengantar anak saya untuk berobat jalan. Kami sekeluarga merupakan peserta JKN dan menggunakan Mobile JKN juga terasa mudah. Sudah beberapa kali ketika hendak berobat saya suka cek terlebih dahulu di Aplikasi Mobile JKN, terkait ketersediaan kamar rawat inap, jadwal dokter, serta pada saat pengambilan antrean online. Alhamdulillah, di sini prosesnya pun lancar,” ujar Adi, salah satu peserta JKN.
