Jabar Ekspres – Warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) sempat dibuat panik setelah beredar video penampakan pocong di sejumlah permukiman.
Setelah dilakukan penelusuran, rekaman viral tersebut ternyata merupakan hasil rekayasa menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI). Video dan foto yang ramai beredar di media sosial itu dipastikan bukan kejadian nyata.
Isu kemunculan pocong tersebut sempat menghebohkan warga dalam beberapa hari terakhir, terutama di wilayah Kecamatan Ngamprah dan Padalarang. Sosok berbalut kain putih itu disebut-sebut berkeliaran pada malam hari hingga mengetuk pintu dan jendela rumah warga.
Baca Juga:Usai 3 Hari Hilang, Pria di Citereup Bogor Ditemukan Tewas dalam SumurAngkot Adu Banteng dengan Truk Tangki Air di Cibungbulang Bogor, 3 Orang Luka
Beredarnya foto dan video penampakan pocong membuat sebagian warga merasa takut dan resah. Unggahan tersebut pun dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial.
Belakangan diketahui, pembuat sekaligus penyebar video telah memberikan klarifikasi bahwa seluruh konten tersebut hanyalah hasil manipulasi AI.
“Saya ingin mengklarifikasi bahwa video dan foto yang beredar di wilayah Mekarsari, khususnya Kampung Kiara Payung dan Ciloa, merupakan hasil rekayasa AI,” ujar seorang pria dalam video klarifikasinya.
Ia mengaku tidak menyangka konten yang dibuatnya akan menyebar luas hingga memicu kepanikan di tengah masyarakat.
“Saya tidak ada niat membuat masyarakat resah atau gaduh. Awalnya hanya membuat konten biasa, tetapi ternyata menyebar luas. Saya mohon maaf,” katanya.
Sementara itu, Camat Ngamprah, Hari Mustika, mengatakan pihak kecamatan bersama kepolisian telah melakukan penelusuran terkait isu teror pocong yang ramai diperbincangkan warga selama tiga hari terakhir.
Dari hasil penelusuran, dipastikan kabar tersebut tidak benar karena seluruh video dan foto yang beredar merupakan hasil rekayasa digital berbasis AI. Pembuat konten itu pun telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
Baca Juga:Hujan Disertai Angin Kencang Rusak 90 Rumah di Rumpin BogorHujan Deras Picu Luapan Kali Cijayanti, 138 Rumah di Babakan Madang Terendam
“Sudah kami telusuri bersama aparat kepolisian dan dipastikan video yang beredar bukan kejadian nyata. Itu hanya konten hasil buatan AI dan pembuatnya juga sudah dimintai klarifikasi,” ujar Hari saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2026).
Meski dipastikan hoaks, Hari tetap mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan lingkungan dengan kembali mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).
