Ia menambahkan, perubahan sistem penerimaan dibanding tahun sebelumnya juga menjadi faktor yang membuat masyarakat perlu beradaptasi. Jika sebelumnya masyarakat mengenal jalur domisili, afirmasi, dan prestasi, kini penerimaan di Sekolah Maung lebih menitikberatkan pada prestasi serta kompetensi calon peserta didik.
Meski nama Sekolah Maung mulai digunakan, Inarti memastikan identitas SMAN 1 Cisarua yang selama ini dikenal masyarakat dengan sebutan Smancis tidak akan hilang. Menurutnya, program tersebut justru menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.
“Kami memandang program ini sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan. Identitas SMAN 1 Cisarua tetap melekat, sementara program Sekolah Maung menjadi nilai tambah dalam pengembangan kualitas sekolah,” tuturnya.
Baca Juga:de Braga by ARTOTEL Hadirkan Express Lunch Bernuansa Nusantara di Jantung BragaLibur Panjang Idul Adha, Kepadatan Jalur Puncak Bogor Diprediksi Terjadi Weekend
Hingga akhir pekan ini, jumlah pendaftar di SMAN 1 Cisarua tercatat mencapai 345 orang. Para pendaftar tidak hanya berasal dari Bandung Barat, tetapi juga dari sejumlah daerah lain di Jawa Barat.
Tingginya minat masyarakat tersebut menunjukkan antusiasme terhadap program Sekolah Maung yang mulai diterapkan di sejumlah sekolah unggulan di Jawa Barat. Karena itu, pihak sekolah mengimbau calon peserta didik dan orang tua untuk memahami seluruh ketentuan yang berlaku sebelum mengikuti proses seleksi.
“Kami berharap masyarakat dapat memahami mekanisme yang berlaku dan menyiapkan seluruh persyaratan sesuai jalur yang dipilih. Dengan begitu, proses penerimaan peserta didik dapat berjalan lancar dan tepat sasaran,” pungkas Inarti. (Wit)
