Rekonstruksi 49 Adegan Ungkap Pembunuhan Berencana Pak Ogah di Banjar, Pelaku Dendam Sejak 4 Tahun Lalu

Rekonstruksi 49 Adegan Ungkap Pembunuhan Berencana Pak Ogah di Banjar, Pelaku Dendam Sejak 4 Tahun Lalu
Reka adegan kasus maut Pak Ogah di Kota Banjar berlangsung Senin (7/9/2026). Polisi berhasil mereka ulang adegan pembunuhan omeh pelaku terhadap korban sebanyak 49 adegan. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Misteri di balik tewasnya seorang pria paruh baya dengan luka tusuk di perut dan ulu hati di kawasan Ciaren, dekat Lapangan Golf BBWS Citanduy, akhirnya terkuak.

Satreskrim Polres Banjar menggelar rekonstruksi adegan perkara dugaan pembunuhan berencana yang menimpa seorang pak ogah berinisial A (47), Senin (7/9/2026). Dalam reka adegan yang berlangsung selama beberapa jam itu, terungkap fakta bahwa pelaku, S (45), telah merencanakan aksi kejinya secara matang.

Rekonstruksi yang digelar sejak pukul 13.00 WIB itu menyedot perhatian warga setempat. Ratusan pasang mata tampak antusias menyaksikan setiap adegan yang diperagakan oleh pelaku dengan latar pertigaan yang menjadi saksi bisu pembunuhan tersebut. Polisi pun terpaksa melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kerumunan warga yang membludak.

Baca Juga:Motif Pembunuhan 'Pak Ogah', Pelaku Dendam Sering Dibully KorbanPak Ogah Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Banjar, Polisi Temukan Dua Luka Tusuk

Suasana haru sekaligus tegang mewarnai jalannya rekonstruksi, terlebih ketika keluarga korban, termasuk istri almarhum yang turut hadir sebagai saksi, tak kuasa menahan kesedihan. Ia bahkan sempat histeris dan jatuh pingsan usai menyaksikan ulang detik-detik rekontruksi kematian suaminya.

Kasat Reskrim Polres Banjar, Iptu Pramono Adi, menjelaskan bahwa dari 49 adegan yang diperagakan, tergambar jelas unsur kesengajaan dan perencanaan dari pihak pelaku. Pelaku tidak serta-merta spontan menghabisi nyawa korban, melainkan melalui rangkaian tindakan yang menunjukkan niat jahat yang sudah terpikirkan sebelumnya.

“Dugaan pembunuhan berencana terungkap dalam rekonstruksi ini. Pelaku dengan sengaja mempersiapkan senjata tajam untuk melukai korban hingga meninggal dunia. Ini bukan sekadar pertengkaran spontan, ada jeda waktu di mana pelaku pulang ke rumah untuk mengambil pisau,” ujar Iptu Pramono saat ditemui di sela-sela rekonstruksi.

Berdasarkan pemeriksaan mendalam, motif di balik tragedi maut ini ternyata bersumber dari luka hati lama. Pelaku S mengaku telah menyimpan dendam selama empat tahun terakhir.

Ia merasa kerap diolok-olok, direndahkan, dan di-bully oleh korban yang notabene adalah rekan seprofesinya sebagai pak ogah di kawasan tersebut. Rasa sakit hati yang terpendam itu akhirnya meledak pada Kamis (6/8/2026) malam, saat cekcok mulut terjadi di antara mereka di lokasi kejadian.

0 Komentar