JABAR EKSPRES – Aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini sudah memasuki Level III (Siaga), dengan serangkaian erupsi yang berangsur menurun menjadi letusan jenis Strombolian.
Dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut, sejumlah daerah termasuk Kabupaten Bandung mengalami perubahan kualitas udara dari sebaran abu vulkanik.
Terkait hal itu, seluruh peserta didik di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bakti, yang berlokasi di Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung diharuskan melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) menggunakan masker.
Baca Juga:City Gas Tour 2026, PGN Tunjukkan Efisiensi Gas Bumi dari Transportasi hingga UsahaAhmad Luthfi Tinjau TPA Putri Cempo, Pemadaman dan Perlindungan Warga Menjadi Prioritas
Kepala Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sekaligus Guru Kelas 5 SDN Bakti, Putri Agustiana Sanopel mengatakan, meski saat ini isu harga masker tengah meroket, pihaknya tetap mengupayakan penyediaan masker untuk para peserta didik.
“Terkait isu masker yang semakin mahal, sekolahan tetap menyediakan atau siswa bawa dari rumah. Pihak sekolah akan mengupayakan penyediaan masker secara terbatas,” katanya kepada Jabar Ekspres, Senin (7/9/2026).
Meski demikian, Putri mengimbau agar para siswa tetap membawa masker masing-masing dari rumah. Tujuannya, supaya tetap terlindungi baik dari perjalanan hingga sampai kembali ke rumah.
“Kami juga mengimbau kepada orangtua siswa, untuk selalu membawa cadangan masker setiap hari, demi keamanan kita bersama,” terangnya.
Sementara itu, mengenai kegiatan belajar mengajar (KBM) di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau hingga abu vulkaniknya terbawa sampai Kabupaten Bandung, Putri mengaku belum ada arahan untuk diberlakukannya sistem pembelajaran daring atau online.
“Terkait KBM untuk saat ini kegiatan belajar mengajar di SDN Bakti berjalan seperti biasa,” bebernya.
Dijelaskan Putri, apabila kondisi abu vulkanik di kemudian hari berpotensi akan semakin pekat dan membahayakan, maka KBM itu kemungkinan sementara dialihkan ke sistem daring atau online.
Baca Juga:Ahmad Luthfi Tinjau TPA Putri Cempo, Pemadaman dan Perlindungan Warga Menjadi PrioritasRayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, Adira Finance Hadirkan #TerimaKasihSahabat
“Tapi untuk saat ini belum. Kami masih menunggu arahan dari Dinas Pendidikan. Untuk sistem KBM online, saat ini kebijakannya belum ada,” bebernya.
Putri berujar, jika kualitas udara semakin memburuk dan ada imbauan dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan dari BMKG, maka sistem pembelajaran bisa saja berubah menjadi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).
“Bisa saja dialihkan sistem pembelajarannya jadi PTMT atau daring, seperti yang kita tahu itu bisa satu atau dua kali dalam sepekan,” ujarnya.
