Fokus inovasi diarahkan pada lima kategori prioritas, antara lain pemenuhan kebutuhan penyandang disabilitas dan penanganan kerawanan pangan. Meski banyak memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT), nilai utama yang dicari adalah kesederhanaan dan kebermanfaatan luas.
Dr. Riza A. N. Rukmana, VP IT Governance & Quality Telkom Indonesia, yang turut hadir, menegaskan hal yang sama. “Sebenarnya yang kami cari adalah inovasi yang sederhana tapi malah bisa digunakan oleh masyarakat luas untuk menyelesaikan masalah keseharian,” katanya.
Riza menambahkan, seluruh ide terbaik dari Innovillage akan terus dikawal oleh Telkom. Beberapa solusi bahkan berpotensi diintegrasikan ke dalam portofolio digital services perusahaan.
Baca Juga:70 Stan Sekolah Ramaikan Expo Pendidikan 2026Peserta BPJS Ketenagakerjaan Diminta Hindari Calo saat Ajukan Klaim JHT
“Bagi Telkom Group, Innovillage adalah investasi jangka panjang. Ide mahasiswa hari ini bisa menjadi produk dan layanan digital Telkom besok. Ini win-win solution: mahasiswa mendapat pengalaman nyata, masyarakat mendapat solusi, dan Telkom mendapat inovasi segar yang relevan dengan kebutuhan pasar,” pungkas Riza.
Dengan pendekatan ini, Telkom Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai perusahaan BUMN yang tidak hanya mengembangkan infrastruktur, tetapi juga aktif menciptakan dampak sosial melalui inovasi berbasis teknologi. (bbs)
