JABAR EKPRES – Pemerintah Kota Bandung mulai mematangkan langkah menuju sistem transportasi yang lebih modern melalui pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Pemanfaatan teknologi tersebut disiapkan untuk memperkuat sistem pengendalian lalu lintas hingga pengawasan infrastruktur perkotaan agar lebih efektif dan adaptif terhadap dinamika kendaraan di lapangan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, penerapan teknologi pintar menjadi salah satu kebutuhan penting bagi kota besar seperti Bandung yang menghadapi tantangan kemacetan setiap hari.
Baca Juga:Remaja 18 Tahun Curi Kabel di Ciseeng Bogor, Sempat Dihajar Massa Sebelum DimediasiDidatangkan dari Bima NTB, Sapi Kurban di Cibinong Bogor Dibanderol Rp15 Juta hingga Rp45 Juta
Menurutnya, persoalan lalu lintas tidak cukup diatasi hanya dengan pembangunan jalan baru atau pelebaran ruas jalan.
“Pendekatan infrastruktur fisik tetap penting, tetapi kota besar membutuhkan sistem pengaturan lalu lintas yang lebih cerdas, adaptif, dan mampu membaca perubahan kondisi kendaraan secara cepat,” ujar Farhan, Kamis (21/5/2026).
Salah satu teknologi yang tengah dipersiapkan ialah penguatan sistem *Area Traffic Control System (ATCS) berbasis AI. Teknologi ini diharapkan mampu membantu pengelolaan arus kendaraan secara lebih dinamis melalui pengaturan lampu lalu lintas yang menyesuaikan kondisi kepadatan di lapangan.
Selain untuk pengaturan lalu lintas, teknologi pintar juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan fasilitas publik. Salah satunya melalui sistem pemantauan lampu penerangan jalan yang dapat terintegrasi secara digital.
“Sistem dirancang agar penggunaan energi lebih efisien sekaligus mempermudah pengawasan kondisi lampu jalan di berbagai wilayah Kota Bandung,” kata Farhan.
Saat ini, Pemerintah Kota Bandung masih melakukan kajian menyeluruh terkait kesiapan penerapan teknologi AI tersebut. Pembahasan mencakup kebutuhan infrastruktur pendukung, kekuatan jaringan teknologi informasi, hingga skema implementasi bertahap agar sistem dapat berjalan optimal.
Pemkot Bandung juga memetakan sejumlah titik yang selama ini dikenal sebagai kawasan rawan kemacetan untuk menjadi prioritas tahap awal penerapan sistem. Setelah melalui proses evaluasi, teknologi itu direncanakan diperluas ke wilayah lain secara bertahap.
Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Resmi Luncurkan KURDA Nol Persen, Solusi Modal Usaha Tanpa BungaAnaknya Mau Masuk SD, Puluhan Orang Tua Murid TK Mutiara Bunda Belajar Parenting
Langkah digitalisasi transportasi ini juga sejalan dengan sejumlah gagasan modernisasi mobilitas perkotaan yang sebelumnya mulai mengemuka di Bandung, termasuk konsep “angkot pintar” atau transportasi publik berbasis teknologi.
